Berita Palangkaraya

Sebanyak 80 Persen Anggota APHI Kalteng Bersertifikat, Kirim Kayu Pakai Sisfo Online

Sebanyak 80 Persen Anggota APHI Kalteng Bersertifikat, Kirim Kayu Pakai Sisfo Online

Sebanyak 80 Persen Anggota APHI Kalteng Bersertifikat, Kirim Kayu Pakai Sisfo Online
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Ketua Komisariat Daerah (Komda) Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Kalteng, Achwan 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah semakin ketat dalam melakukan pengawasan terhadap produksi kayu untuk dikomersilkan melalui perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) agar tidak terjadi eksploitasi secara jor-joran dan tetap terpantau ketika perusahaan memproduksinya.

Salah satunya dengan menerapkan sistem informasi yang dilakukan secara online (Sisfo Online) yang diberlakukan dalam setiap pengiriman kayu.

Barang yang dikirim semunya sudah terdata dengan dan mudah dilacak, karena ada barcode dalam setiap batang kayu yang dipasang sejak kayu ditanam hingga dikirimkan untuk dipasarkan.

Ketua Komisariat Daerah (Komda) Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Kalteng, Achwan, Kamis (20/6/2019) mengatakan, saat ini semua produksi kayu yang dikirim dari Kalteng keluar provinsi sangat mudah dideteksi, karena memakai sistem informasi secara online. 

Ramalan Zodiak Cinta Jumat 21 Juni 2019: Leo Temukan Tambatan Hati, Libra Bertengkar dengan Pasangan

Keutamaan Sholat Tahajud, Ini Niat Sholat Tahajud, Tata Cara, dan Doanya dalam Tulisan Latin

Agung Hercules Mengidap Kanker Otak Stadium 4, Waspadai 3 Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Kanker

Aksi Limbad Main di Sebuah FTV Mencari Desa Dadapan, Buka Suara Gegara Ulah Kapten Vincent

Demi Wanita yang Dinikahinya, Tukang Bakso Beri Seserahan Mobil Toyota Fortuner, Emas, & Honda Beat

Menurut dia, semua data tentang kayu yang dikirim keluar sudah tercatat secara online, demikian juga posisi kayu atau asal -usul kayu yang dipasarkan mudah diketahui.

Jadi, dengan penggunaan sistem tersebut, untuk menghindari penyelewengan dalam produksinya.

Dikatakan, penggunaan sistem tersebut sudah diatur oleh Kementerian Kehutanan yang kemudian diterapkan oleh perusa haan perkayuan di Indonesia termasuk perusahaan yang tergabung dalm anggota APHI di Kalimantan Tengah.

"Ini untuk menghindari terjadinya penyelundupan kayu dari Kalteng, khususnya, makanya dipakailah sistem Sisfo tersebut, sehingga jumlah kayu yang diproduksi benar-benar terdata dengan baik. Sebanyak 80 persen anggota APHI juga sudah memiliki sertifikat, sehingga wajib mengikuti aturan yang ditetapkan," ujarnya.

Sementara itu, data yang terhimpun dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Kalimantan Tengah, tercatat jumlah anggota APHI Kalteng mencapai 69 unit HPH dan 10 untuk HTI.

Sebanyak 80 persennya sudah bersertifkat, produksi kayu di Kalteng dalam setahun mencapai 1,7 juta meterkubik -1,9 juta meterkubik pertahun dengan target tahun ini mencapai dua juta meter kubik.
(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved