Seleb

Agung Hercules Mengidap Kanker Otak Stadium 4, Waspadai 3 Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Kanker

Agung Hercules Mengidap Kanker Otak Stadium 4, Waspadai 3 Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Kanker

Agung Hercules Mengidap Kanker Otak Stadium 4, Waspadai 3 Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Kanker
instagram
Divonis Kanker Otak Stadium 4, Agung Hercules Hanya Diapsangi Selang Infus 

Di Amerika Serikat, pada 2017 diketahui hampir 24.000 orang didiagnosa memiliki kanker primer pada otak dan sistem saraf pusat.

Angka harapan hidup selama 5 tahun setelah didiagnosa dengan kanker otak adalah 34 persen untuk pria dan 36 persen untuk wanita.

Lalu siapa saja yang rentan terkena kanker otak. Apakah ada kaitannya dengan bentuk tubuh?

Mengutip klikdokter, yang perlu Anda ketahui, memiliki satu atau beberapa faktor risiko tidak berarti Anda pasti terkena kanker otak.

Di sisi lain, banyak orang terkena kanker otak tanpa memiliki faktor risiko.

Memang, kebanyakan kanker otak tidak memiliki penyebab jelas dan tidak terkait dengan faktor risiko tertentu.

Meski demikian, berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda waspadai sebagai penyebab kanker otak.

1. Paparan radiasi, terutama dalam hal pengobatan

Kanker tumor sering kali diawali dengan paparan radiasi di kepala sebagai akibat dari pengobatan kanker lain, misalnya pada pengobatan leukemia.

Umumnya, kanker otak akan muncul dalam 10 hingga 15 tahun setelah terpapar radiasi ini.

Risiko radiasi dari pemeriksaan pencitraan, misalnya dengan X-ray atau CT-Scan, belum diketahui secara pasti.

Walaupun pemeriksaan dengan pencitraan ini menggunakan radiasi tingkat rendah, namun bagi wanita hamil dan anak-anak, umumnya disarankan untuk menghindari pemeriksaan ini, kecuali ada indikasi yang jelas.

2. Riwayat Keluarga

Secara umum, memiliki anggota keluarga yang memiliki kanker dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker otak.

Namun, hanya beberapa jenis kasus (kurang lebih 5 persen) kanker otak yang disebabkan oleh kelainan bawaan.

Beberapa kasus tersebut adalah neurofibromatosis tipe 1 dan 2 (NF1 dan NF2), tuberous sclerosis, Von Hippel-Lindau disease, Li-Fraumeni syndrome, dan sebagainya.

Kekebalan tubuh manusia bisa menurun akibat kelainan kongenital, terapi kanker jenis lainnya, terapi untuk mencegah penolakan pada transplantasi organ, penyakit seperti AIDS, dan lain-lain.

3. Melemahnya sistem imun atau kekebalan tubuh

Kekebalan tubuh yang lemah meningkatkan risiko terkena limfoma (keganasan pada tipe sel darah putih) pada otak atau sumsum tulang belakang. Limfoma juga dikaitkan dengan infeksi virus Epstein-Barr.

Kanker otak juga lebih umum ditemukan pada populasi tertentu, misalnya pada anak, orang lanjut usia (65 tahun ke atas) dan pada pria.

Paparan dengan zat kimia tertentu, misalnya bahan kimia industri atau pelarut dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker otak.

Mereka dengan pekerjaan tertentu, misalnya orang yang bekerja di penyulingan minyak, pembuatan karet dan obat, mungkin lebih berisiko terkena kanker otak.

Selain berbagai faktor di atas, terdapat juga faktor risiko yang masih kontroversial. Misalnya penggunaan telepon genggam yang dianggap mengeluarkan sinar radiofrequency, penggunaan aspartam sebagai pemanis buatan, paparan dengan medan elektromagnetik dari kabel listrik, dan sebagainya. 

Berbagai hal tersebut bukan tidak memberikan efek terhadap munculnya kanker otak, namun masih dipelajari lebih lanjut untuk pembuktiannya.

Orang dengan profesi tertentu memang rentan terkena kanker otak. Waspadalah bila Anda memiliki berbagai pekerjaan seperti di atas.

Lakukan pemeriksaan sejak dini agar dokter dapat memberikan penanganan secepatnya.

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Sudah 3 Kali Pengangkatan Tumor Otak & Masih Tumbuh Lagi, Agung Hercules Pilih Pengobatan Alternatif

Editor: Royan Naimi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved