Jaringan Teroris Masuk Kalteng

Tidak Terlibat, Polisi Bebaskan Empat Orang yang Sempat Diamankan Bersama Teroris di Kalteng

Sedangkan yang lainnya, masih dilakukan pendalaman lagi untuk dilakukan asasmen mendalam terkait keterlibatan mereka dalam jarngan terorisme tersebut.

Tidak Terlibat, Polisi Bebaskan Empat Orang yang Sempat Diamankan Bersama Teroris di Kalteng
tribunkalteng.com/faturahman
Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penyidik kepolisian Polda Kalimantan Tengah hingga, Rabu (19/6/2019) masih melakukan pendalaman terhadap 34 orang yang ditangkap di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Gunungmas, Kalteng, karena diduga terlibat jaringan teroris.

Sebanyak dua orang dari 34 orang yang terjaring penggerebekkan di sebuah hotel di Kabupaten Gunungmas dan dua keluarga yang menginap di barak Jalan Pinus Permai III Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Palngkaraya dijadikan tersangka, karena masuk jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) asal Aceh dan menjadi DPO dalam penggerebekkan di Gunung Salak, Aceh.

Keterangan Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap 32 orang yang diamankan dalam penggerebekkan terduga teroris di Palangkaraya dan Kabupaten Gunungmas tersebut.

"Sampai saat ini dari 34 yang diamankan masih dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 32 lainnya, ada empat orang setelah dilakukan asasmen dipastikan tidak terlibat dalam jaringan terorisme tersebut sehingga kami lepas," ujar Mantan Kapolres Palangkaraya ini.

Sedangkan yang lainnya, masih dilakukan pendalaman lagi untuk dilakukan asasmen mendalam terkait keterlibatan mereka dalam jarngan terorisme tersebut.

Tersangka Teroris Jaringan JAD Bisa Bertambah, Ini Penjelasan Polda Kalteng

Pernikahan Crazy Rich Indonesian ala Keluarga Sampoerna, Digelar di Monaco, Mewah dan Megah!

Gugatan 02 di Mahkamah Konstitusi, Refly Harun: Maruf Amin Jadi Sasaran Empuk

"Yang lainnya masih terus dilakukan pemeriksaan, sedangkan untuk anak-anak dan wanita diberikan bimbingan dan dititipkan di rumah singgah Dinsos," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kalteng, H Anwar Isa, membenarkan, pihaknya memang mengutus dua orang petugas dari MUI untuk memberikan pencerahan kepada istri teroris dan anak-anaknya, yang diduga turut terpapar dan masih dititipkan di rumah singgah dinsos terssebut.

"Sudah ada petugas dari MUI yang kami utus untuk menangani anak-anak dan wanita yang turut digerebek polisi senin minggu lalu. Petugas kami secara perlahan memberikan pemahaman tentang ajaran agama islam yang sebenarnya agar tidak menyimpang dalam pemagamannya," ujarnya. (Tribunkateng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved