Densus 88 Gerebek Barak di Palangkaraya

Wawancara Khusus dengan Direskrimum Polda Kalteng, Ternyata Jaringan Teroris Sudah 6 Bulan Diintai

Penangkapan sejumlah orang yang diduga sebagai anggota jaringan teroris di Palangkaraya dan Gunungmas, membuat warga Kalimantan Tengah.

Wawancara Khusus dengan Direskrimum Polda Kalteng, Ternyata Jaringan Teroris Sudah 6 Bulan Diintai
Tribunkalteng.com/faturahman
Direskrimum Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penangkapan sejumlah orang yang diduga sebagai anggota jaringan teroris di Palangkaraya dan Gunungmas, membuat warga Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, pada 13 Agustus 2018, Densus 88 bersama Polda Kalteng juga menangkap terduga teroris di Palangkaraya.

Di tengah kesibukannya memeriksa terduga teroris, Direktur Reserse Krimimal Umum (Direskrimum) Polda Kalteng Kombes Agung Prasetyoko bersedia menerima BPost (Tribunkalteng.com Group) di ruang kerjanya, Rabu (12/6), untuk wawancara mengenai kasus ini.

Penggerebekan bedkaan atau rumah kost di Palangkaraya, polisi dan Densus 88 mengamankan sejumlah orang anggota JAD, Senin (11/6/2019).
Penggerebekan bedkaan atau rumah kost di Palangkaraya, polisi dan Densus 88 mengamankan sejumlah orang anggota JAD, Senin (11/6/2019). (humas polda kalteng)

Bagaimana kesibukannya pascapenangkapan teroris?

Babinsa Kapuas Berlatih Cara Deteksi Dini Karhutla, Memanfaatkan Teknologi Satelit

Kelompok JAD Aceh Dijanjikan Bekerja Menambang Emas di Kalteng, Polisi Selidiki Sang Pengundang

Pembelaan Juliana Moechtar ke Ifan Seventeen Seusai Beredar Video Digerebek Bersama Citra Monica

Ini tugas kami untuk menjaga kamtibmas Kalteng sehingga tidak ada kata capek untuk melayani dan mengayomi masyarakat.

Apa persiapan sebelum melakukan penangkapan?

Perencanaan sudah dilakukan lama. Apalagi setelah terdeteksi ada jaringan teroris masuk Kalteng. Koordinasi antara Polda dan Mabes terus dilakukan untuk penanganannya. Kami pun fokus memantau tersangka ketika menyewa bedakan di Palangkaraya dan Gunungmas.

Kami mendapat info warga sekitar ada ritual aneh yang dilakukan mereka. Mereka tidak salat Idulfitri dan lebih banyak mengurung diri dalam bedakan. Juga tidak pernah sosialisasi dengan tetangga. Ini yang makin mencurigakan.

Berapa lama pengintaian dan bagaimana penyelidikannya?

Polri melakukan pengintaian sejak enam bulan lalu saat kawanan tersebut masih di Aceh hingga mereka berpencar ke Medan, ke Makassar, lalu ke Palangkaraya dan Gunungmas. Soal undercover itu teknis, maaf saya tidak bisa menjawabnya.

Halaman
123
Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved