Rencana Pembunuhan 4 Pejabat, Begini Persekongkolan Kivlan Zen dan Habil Marati Menurut Polisi

Kivlan Zen dan Habil Marati ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta yang juga merencanakan pembunuhan.

Rencana Pembunuhan 4 Pejabat, Begini Persekongkolan Kivlan Zen dan Habil Marati Menurut Polisi
Kolase Tribunnews.com & Kompas.com
Habil Marati dan Kivlan Zen 

TRIBUNKALTENG.COM - Kivlan Zen dan Habil Marati ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta yang juga merencanakan pembunuhan.

Kepolisian merilis peran tersangka Kivlan Zen dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Peran Kivlan Zen terungkap dari keterangan para saksi, pelaku dan sejumlah barang bukti.

"Berdasarkan fakta, keterangan saksi dan barang bukti, dengan adanya petunjuk dan kesesuaian mereka bermufakat melakukan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan satu direktur eksekutif lembaga survei," ujar Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019), dilansir Kompas.com.

Total 33 Orang Kelompok JAD Diamankan Polisi, Anak Hingga Dewasa, ke Kalteng Ingin Tenangkan Diri

Polda Kalteng Tetapkan Dua Orang Jadi Tersangka dari Penggerebekan Kelompok JAD di Palangkaraya

China Kembangkan Radar Super Canggih Lacak Teknologi Siluman, Jarak 1.000 Km Sudah Terpantau

Pertama, Kivlan diduga berperan memberi perintah kepada tersangka HK alias I dan AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan.

Kivlan memberikan uang Rp 150 juta kepada HK alias I untuk membeli beberapa pucuk senjata api.

Menurut Ade, setelah mendapatkan 4 senjata api, Kivlan Zen masih menyuruh HK mencari lagi satu senjata api.

Kivlan Zen juga diduga berperan menetapkan target pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Keempat target itu adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Sementara, pimpinan lembaga survei yang dijadikan target adalah Yunarto Wijaya.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved