Penggerebekan Terduga Teroris

Dua Warga Kalteng Diduga Masuk Jaringan JAD Aceh, Bumi Isen Mulang Jadi Tempat Berlatih

Dua Warga Kalteng Diduga Masuk Jaringan JAD Aceh, Bumi Isen Mulang Jadi Tempat Berlatih

Dua Warga Kalteng Diduga Masuk Jaringan JAD Aceh, Bumi Isen Mulang Jadi Tempat Berlatih
humas polda kalteng
Penggerebekan bedkaan atau rumah kost di Palangkaraya, polisi dan Densus 88 mengamankan sejumlah orang anggota JAD, Senin (11/6/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Polda Kalimantan Tengah, hingga, Rabu (12/6/2019) terus menyelidiki jaringan teroris asal Aceh yang masuk ke Kalimantan Tengah.

Berdasarkan keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Agung Prasetyoko, hingga kini sudah sebanyak 34 orang yang diamankan dalam penggerebekkan tersangka terduga teroris di Palangkaraya dan Kabupaten Gunungmas.

Adapun dari 34 orang yang diamankan tersebut, sebanyak 15 orang diamankan dalam penggerebekkan di bedakan Jalan Pinus Permai III Kelurahan Panarung Kecamatan Pahandut Palangkaraya.

Sedangkan sisanya sebanyak 19 orang diamankan oleh Polres Gunungmas di Kabupaten Gunungmas, Kalimantan Tengah. 

Dua Pria Ditetapkan Sebagai Tersangka Teroris, Istri dan Anak-anaknya Dititipkan ke Dinas Sosial

Penangkapan 25 Terduga Teroris di Palangkaraya dan Gunungmas, Diduga Terkait JAD

Polisi dan Densus 88 saat menggerebek bedakan atau rumah kost di Palangkaraya, Kalteng, Senin (11/6/2019).
Polisi dan Densus 88 saat menggerebek bedakan atau rumah kost di Palangkaraya, Kalteng, Senin (11/6/2019). (humas polda kalteng)

Kerap Berdandan dan Terkenal Sebagai Wanita, 3 Artis Ini Kembali jadi Pria Saat Meninggal Dunia

Ramalan Zodiak Hari Kamis 13 Juni 2019: Taurus Berfantasi, Cancer Tak Sembarangan, Pesta Capricorn

Sewa Helikopter, Lihat Kemesraan Syahrini dan Reino Barack Saat Bulan Madu di Selandia Baru

"Ya, ada 34 orang yang kami amankan diantaranya anak-anak , wanita dan pria dewasa," ujar Agung.

Diungkapkan Agung, dua dari sebanyak 34 orang yang diamankan tersebut merupakan warga Kalteng yang diduga bergabung dalam jaringan tersebut.

"Satu orang warga Palangkaraya dan satu lagi warga Gunungmas," ujarnya.

Lebih jauh Agung menjelaskan, kelompok ini melakukan uzla (pengasingan) di Kalteng setelah kabur dari Aceh.

"Kalteng jadi tempat mereka latihan dan pengumpulan logistik, ada yang mengundang mereka datang ke Kalteng," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved