Sains

Pria Ternyata Punya Jam Biologis Reproduksi, Ini Waktu Terbaik untuk Punya Anak

Pria diyakini juga memiliki 'jam biologis' seperti wanita. Pada saat tertentu, seorang pria bisa menghasilkan sperma yang produktif.

Pria Ternyata Punya Jam Biologis Reproduksi, Ini Waktu Terbaik untuk Punya Anak
indiaherbs
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Pria diyakini juga memiliki 'jam biologis' seperti wanita. Pada saat tertentu, seorang pria bisa menghasilkan sperma yang produktif.

Fakta ini diungkap sebuah studi yang dilakukan Rutger University. Sama seperti daya tahan tubuh, sperma pun cenderung akan kehilangan kebugaran selama siklus hidup pria.

Namun selama ini, kesuburan lebih diidentikan dengan wanita, tanpa menyebutkan pengaruh pria dalam hal tersebut.

Menurut para peneliti bisa jadi hal tersebut karena peran wanita yang lebih nyata dalam reproduksi, mulai dari kehamilan hingga persalinan, sementara pria tidak memiliki keterlibatan setelah kontribusi sperma mereka.

Miliki Sperma Berkualitas dengan Tidur yang Cukup, Ini Hasil Penelitiannya

Anak Bawah Umur Warga Desa Mekar Kapuas Ini Disetubuhi di Semak-semak

Marah pada Konsep Pentas Seni Massal di Korea Utara, Kim Jong Un Hentikan Acara

"Perubahan fisiologis yang terjadi pada wanita setelah usia 35 tahun dapat mempengaruhi kehamilan dan kesehatan anak.

Dan kebanyakan pria tidak menyadari usia lanjut mereka juga punya dampak yang sama," kata Gloria Bachmann, peneliti di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School.

Selain itu, studi juga menyebut jika usia pria yang baru ingin mempunyai ketika mencapai 40-an dapat berdampak negatif terhadap kesehatan pasangan dan keturunan mereka.

Hal ini karena ayah yang lebih tua menempatkan wanita hamil pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami pre-eklampsia, diabetes gestasional, dan bahkan kelahiran prematur.

Begitu juga saat bayi lahir. Anak yang lahir dari ayah yang lebih tua menghadapi peningkatan risiko kejang bayi, berat badan rendah, dan mungkin masuk ke unit perawatan intensif neonatal.

Para peneliti berpendapat kalau konsekuensi tersebut merupakan akibat dari degradasi sperma serta kualitas semen.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved