Kabar Palangkaraya

Jual Gas Elpiji Diatas HET, Delapan Pangkalan di Palangkaraya Kena Sanksi

Dugaan penimbunan gas elpiji pun, hingga menjual gas elpiji diatas harga eceran teringgi (HET), tampak terpantau petugas

Jual Gas Elpiji Diatas HET, Delapan Pangkalan di Palangkaraya Kena Sanksi
Tribunkalteng.com/faturahman
PT Pertamina dan Wali Kota Palangkaraya serta, Kapolres , Balai POM , juga Disperindag saat melakukan pemantauan lapangan harga sembako dan Gas Elpiji. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Menjelang tibanya Hari Raya Idulfitri yang tinggal beberapa hari lagi dimanfaatkan pangkalan dan pengecer gas elpiji, hingga Jumat (31/5/2019) menjual gas elpiji bersubsidi diatas ketentuan harga eceran tertinggi yang diberlakukan.

Dugaan penimbunan gas elpiji pun, hingga menjual gas elpiji diatas harga ecran teringgi (HET), tampak terpantau petugas sehingga PT Pertamina dan Pemko Palangkaraya mulai tegas dalam mengambil tindakan bagi pemilik pangkalan maupun pengecer yang ingij mengambil untung besar dalam penjualan gas elpiji bersubsidi di masyarakat.

Pantauan di tingkat pengecer dan informasi warga hingga, Jumat (31/5/2019) masih saja ada pengecer yang menjual gas elpiji mencapai Rp35 ribu, padahal ketentuan penjualan tingkat pangkalan hanya dipatok Rp17.500 pertabung tuga kilogram.

Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, mengatakan, pihaknya mempersilakan kepada tim PT Pertamina untuk mengambil tindakan tegas bagi pangkalan yang tidak taat aturan dalam memasarkan tabung gas elpiji bersubsidi kepada masyarakat.

Harga Tembus Rp 40 Ribu per Tabung, Warga Terpaksa Antre di Pangkalan Demi Gas Elpiji 3 Kg

24 Tahun Terpisah, Ibu yang Pernah Menikah di Parenggean Kalteng Bertemu Putranya Berkat Facebook

Ani Yudhoyono Dirawat di Ruang ICU, AHY Jelaskan Kondisi Terbaru Kesehatan Istri SBY

"Kami pantau terus perkembangan di lapangan dalam penjualan gas elpiji termasuk stoknya dan distribusinya kepada masyarakat, sehingga ketika ada penyelewengan penindakan akan dilakuka oleh tim yang telah dibentuk oleh PT Pertamina," ujarnya.

Dalam melakukan beberapa kali sidak Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, selalu mengingatkan kepada pengecer dan pangkalan gas elpiji untuk tidak menjual gas elpiji bersubsidi diatas ketentuan yang berlaku sehingga tidak merugikan konsumen.

Sementara itu, Sales eksekutif PT Pertamina Kalteng, Muhamad Revi, mengatakan, pihaknya akan bertindak tegas bagi pangkalan yang melanggar aturan, karena hingga saat ini sudah ada sebanyak delapan pangkalan yang dikenakan sanksi.

"Ada dua pangkalan yang diberikan skorsing dan enam pangkalan izinnya dicabut," ujarnya. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved