Kalteng Kita

Jalur Puruk Cahu - Kualakurun Rawan Kecelakaan, Licin Saat Hujan

Banyak keluhan soal jalan rusak di Kalteng yang hingga kini belum juga bisa dituntaskan oleh instansi terkait sehingga sangat mengganggu pemudik yang

Jalur Puruk Cahu - Kualakurun Rawan Kecelakaan, Licin Saat Hujan
tribunkalteng.com/faturahman
Salah satu Jalan terendam banjir di Desa Bukitrawi, Kalteng arah Palangkaraya- Buntok. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALA KURUN - Kondisi jalan rusak masih menjadi masalah bagi sebagian pemudik di Kalimantan Tengah.

Banyak keluhan soal jalan rusak di Kalteng yang hingga kini belum juga bisa dituntaskan oleh instansi terkait sehingga sangat mengganggu pemudik yang ingin berlebaran di kampung halamannya.

Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah dalam lebaran tahun 2019 ini, memfokuskan pemantauan enam jalur jalan saja, padahal jalan lainnya masih banyak yang rusak dan banyak dikeluhkan pengendaran yang ingin mudik berlebaran.

Salah satu jalan yang masih rusak dan belum tertangani adalah jalan penghubung antara Purukcahu (Murungraya) menuju Kuala Kurun (Gunungmas) yang saat hujan kondisi jalan becek, karena jalam tanah berubah jadi jalan berlumpur yang sulit dilalui kendaraan.

 "Kami dari Purukcahu jika ingin ke Palangkaraya, biasanya lewat Jalan Kualakurun, tapi memang jalannya rusak ketika musim penghujan, rawan kecelakaan, dan sulit ditembus kendaraan, jika jalan berubah jadi kubangan lumpur, kami berharap ini jadi perhatian perintah, kami susah mudik untuk lebaran di kampung," ujar Hadiansyah, salah satu warga Pala ngkaraya, Senin (27/5/2019).

Akses jalan Puruk Cahu–Kuala Kurun diijadikan masyarakat Murungraya (Mura) menuju Palangka Raya atau sebaliknya, karena lebih dekat daripada memutar lewat Kalsel atau lewat Buntok, Kabupaten Barito Selatan.

Kondisi jalan tersebut sebagian sudah diaspal, namun di lapangan tetap saja jalur yang berbahaya dan sudah sering terjadi kecelakaan.

Kerawanan lewat jalan ini,  karena menanjak dan menurun dikelilingi tebing membuat ruas jalan tersebut sangat berbahaya untuk dilewati, karena jika kendaraan tidak hati-hati, saat hujan jalan licin kendaraan bisa nyungsep ke tebing dan masuk jurang.

"Sebagian kontruksi jalan berupa tanah dan bebatuan membuat tidak sedikit kendaraan slip dan terbalik karena jalan yang licin apalagi saat hujan. Ngeri memang untuk melintas jalan tersebut, jika tidak lihai mengambil jalur bisa berakibat fatal," ujar Sulaiman, salah satu sopir travel. (Tribunkalteng.com/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved