Pakai Aplikasi VPN, Wanita Ini Mengaku Saldo ATM-nya Ludes

Aplikasi Virtual Private Network atau VPN belakangan mencuat sebagai alternatif memperlancar komunikasi media sosial.

Pakai Aplikasi VPN, Wanita Ini Mengaku Saldo ATM-nya Ludes
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Kebocoran alamat IP bisa digunakan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk meretas dan mencuri data pengguna VPN.

3. Penyebaran Malware

Terdapat istilah Malvertising dalam dunia internet.

Malvertising adalah proses penyaluran Malware ke perangkat komputer maupun smartphone yang menggunakan VPN gratis.

Saat berselancar di web menggunakan VPN, secara tidak sadar virus atau malware dapat dengan mudah masuk ke perangkat melalui iklan yang terpasang dalam sebuah web.

4. Serangan Adware

Jika menggunakan VPN gratis biasanya terdapat serangan adware alias iklan yang cukup mengganggu.

kebanyakan aplikasi VPN gratis bakal menampilkan iklan yang berasal dari pihak ketiga.

Nggak hanya itu, aplikasi VPN juga membagikan data dan kebiasaan berinternet kamu kepada pihak ketiga tersebut.

Bukan hanya iklan yang mengganggu saja, adware yang tampil pun terkadang membuat koneksi internet melambat atau mengarahkanmu ke situs yang berbahaya.

5. Risiko Serangan Man In the Middle

Penggunaan VPN gratis berisiko terkena serangan Man In the Middle, yakni suatu serangan terhadap sistem komputer yang saling berkomunikasi satu sama lain.

Salah satu dari metode serangan hacker yang paling mematikan ini memilki konsep di mana hacker berada di tengah jalur komunikasi.

6. Penyadapan Saat Melakukan Transaksi Perbankan

Penggunaan VPN juga berisiko terkena penyadapan saat melakukan transaksi perbankan.

IT Security Awareness Program BCA Prioritas Kantor Cabang Utama Panakkulang, Nancy memberi keterangan terkait dengan pemakaian VPN yang bisa berisiko penyadapan data transaksi oleh pihak penyedia VPN.

Nancy menyarankan untuk tidak bertransaksi perbankan saat mengaktifkan VPN.

"Bagi nasabah yang sudah mengaktifkan aplikasi Virtual Private Network (VPN) Free yang ada di Android atau Iphone agar bisa connect ke aplikasi sosmed mohon untuk tidak melakukan transaksi perbankan saat mengakses VPN," kata Nancy, dikutip dari TribunTimur.

"Jika ingin bertransaksi pastikan aplikasi VPN dalam kondisi disconnect," jelasnya menambahkan.

Kemkominfo RI Imbau tak Pakai VPN

Setelah pemerintah membatasi akses ke media sosial dan pesan aplikasi WhatsApp, beredar informasi bahwa masyarakat dapat menggunakan virtual private network ( VPN) untuk mengakses media sosial dan aplikasi pesan secara normal.

Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemkominfo RI mengimbau agar masyarakat perlu waspada ketika memakai VPN, karena data pengguna dapat diakses pihak lain.

"Iya (menggunakan VPN berbahaya karena data bisa diakses). Kementerian Kominfo mengimbau untuk tidak menggunakan VPN," kata Pelaksana Tugas Kepala Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/5/2019).

Menurut Ferdinand Setu, penggunaan VPN sangat berisiko terhadap penyalahgunaan data pribadi dan penyusupan malware ke dalam peranti elektronik.

Menanggapi hal itu, lanjut Ferdinand Setu, Kemkominfo RI telah berkoordinasi dengan penyedia aplikasi untuk membatasi penggunaan aplikasi VPN di Indonesia.

Ferdinand Setu menambahkan, pembatasan akses media sosial dan aplikasi pesan instan bergantung pada situasi yang sempat memanas pada 21 hingga 22 Mei 2019 lalu.

"Kemkominfo RI berharap situasi segera kondusif sehingga akses ke media sosial dan pesan instan kembali dinormalkan," ujar Ferdinandus Setu. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Viral Korban Aplikasi VPN, Saldo ATM Wanita Ini Ludes Dibobol, Simak Bahaya Penggunaannya!

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved