Kabar Katingan

Tak Segera Mendapat Layanan di Ranjang, Warga Katingan Ini Tebas Istri Pakai Parang

Diduga akibat nafsu syahwat yang membuncah namun tidak tersalurkan membuat Indarto alias Ciing (38) tak dapat mengendalikan emosi. Sang istri yang

Tak Segera Mendapat Layanan di Ranjang, Warga Katingan Ini Tebas Istri Pakai Parang
dok
Ilustrasi

TRIBUNKALTENG.COM, KASONGAN - Diduga akibat nafsu syahwat yang membuncah namun tidak tersalurkan membuat Indarto alias Ciing (38) tak dapat mengendalikan emosi. Sang istri yang memintanya bersabar karena anak mereka belum tidur, malah kemudian harus menerima luka tebasan parang akibat amukannya.

Akibatnya, warga Jalan Lintas Kabupaten RT/RW. 001/001, Desa Samba Bakumpai, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, ini harus berurusan dengan hukum.

Peristiwa ini terjadi Jumat kemarin dan dilaporkan oleh korban Sabtu (18/5/2019). Sang istri, Wahyu Sri Lestari (29), merasa takut atas perbuatan suaminya yang main tebas sajam, karena tidak segera dilayani tersebut.

Belum diketahui persis hingga, Ciing tega menebas bagian pundak istrinya tersebut dengan sebilah parang. Namun yang jelas malam saat kejadian tersebut, sang istri bukannya tidak mau melayani suaminya, tetapi karena saat itu, sekitar pujuk 19.30 wib, ibu yang telah memiliki beberapa anak ini, minta suaminya bersabar karena, anaknya belum tidur.

Suami Habisi Istri dan Dua Anaknya, Korban Digorok dan Ditikam, Dimasukkan dalam Bak Mandi

Ramalan Zodiak Senin 20 Mei 2019: Aquarius Kehabisan Manuver, Scorpio Harus Mengubah Jalur

Tanda Kemunculan Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan 1440, Ini Amalan Doa Nabi Muhammad SAW

Keterangan Kapolres Katingan AKBP E Dharma B Ginting, menyebutkan, hingga, Senin (20/5/2019) korban masih di rawat, akibat terkena tebasan parang oleh suaminya yqng mengamuk hingga tega menebas bagian lengan belakang tubuhnya tersebut.

"Kami masih tangani kasus ini, dan mencari pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau masih dalam lidik, sedangkan barang bukti yang diamankan, satu lembar baju kaos tanpa lengan warna ungu Merek Lemon yang terdapat bercak darah," ujarnya.

Diceritakan, Jumat malam, pukul 19.30 Wib, Ciing pulang kerja, kemudian langsung mandi dan makan setelah itu telapor menghampiri istrinya (korban) yang sedang nonton televisi di ruangan tangah rumah dan mengajak istrinya (korban) untuk melakukan hubungan badan.

Namun, saat itu istrinya minta suaminya sabar, karena anaknya belum tidur, celakanya, mendengar hal tersebut Ciing tiba-tiba langsung marah dan mengambil parang kemudian mengayunkannya sebanyak empat kali ke bagian belakang tubuh istrinya, sehingga korban mengalami luka robek pada bagian belakang.

"Ada luka robek menganga pada bagian lengan atas sebelah kiri, luka robek pada tangan sebelah kiri dan tangan sebelah kanan. Saat suaminya membabi buta menebas istrinya, korban tak tahan kemudian memilih kabur menyelamatkan diri lari meninggalkan pelaku ke rumah tetangganya," ujarnya.

Atas kejadian tersebut korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polsek Katingan Tengah untuk dilakukan proses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku, karena telah mengakibatkan tindakan,aniaya terhadap istrinya.

"Pelaku melanggar, Tindak Pidana. Setiap orang dilarang melakukan kekerasan fisik dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya (KDRT), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 Ayat (2) Undang - undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, kasus ini masih kami dalami," ujarnya. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved