Kabar Kapuas

157 Santri Ponpes di Kapuas Ikuti UNBK Pendidikan Kesetaraan

Empat Ponpes salafiyah yang santrinya mengikuti UNBK Pendidikan Kesetaraan itu yakni berasal dari PPS Noorhidayah Darussalam, PPS Miftahussalam, PPS D

157 Santri Ponpes di Kapuas Ikuti UNBK Pendidikan Kesetaraan
tribunkalteng.com/fadly
Pembukaan UNBK Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah tingkat Wustha tahun pelajaran 2018/2019 di Kabupaten Kapuas. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Sebanyak 157 santri yang berasal dari empat Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) di Kabupaten Kapuas mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Pendidikan Kesetaraan tingkat Wustha 10-12 Mei 2019.

Seperti pada pelajar sekolah umum lainnya, pelaksanaan UNBK Pendidikan Kesetaraan itu menggunakan fasilitas Laboratorium Komputer di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kapuas, H Ahmad Bahruni secara resmi membuka pelaksanaan UNBK Pendidikan Kesetaraan itu, Jumat (10/5/2019).

"Kami berharap UNBK Pendidikan Kesetaraan bagi Pondok Pesantren Salafiyah ini memperoleh hasil yang maksimal dan menjadikannya sebuah pengalaman yang berharga, bagi santri dan pondok pesantren," katanya.

Ramalan Zodiak Harian Sabtu 11 Mei 2019 : Leo Tak Puas Pujian, Virgo Didominasi Keluarga, Pisces?

Final Liga Champions dan Liga Europa Dikuasai Klub-klub Liga Inggris Usai Arsenal Menang Adu Penalti

Libur Lebaran 2019 PNS Totalnya 11 Hari, Ini Rincian Tanggalnya

Apakah Menangis Dapat Membatalkan Puasa? Begini Penjelasannya Menurut Ulama

Empat Ponpes salafiyah yang santrinya mengikuti UNBK Pendidikan Kesetaraan itu yakni berasal dari PPS Noorhidayah Darussalam, PPS Miftahussalam, PPS Darul Hikmah Darussalam dan PPS Nurul Hidayah.

Kepala Kemenag Kapuas menyatakan dukungannya agar Pondok Pesantren Salafiyah yang fokus pendidikan di bidang keilmuan agama, ke depannya semakin maju dan lebih baik.

"Serta menjadi wadah pendidikan yang tidak dipandang sebelah mata di bidang keilmuan umum," tambahnya.

Lebih lanjut disampaikannya, pendidikan kesetaraan seperti ini juga diterapkan di pesantren, sehingga tidak ada keraguan untuk menimba ilmu di pondok pesantren.

"Lulusan ujian pendidikan kesetaraan mempunyai hak yang sama dan setara dengan pemegang ijazah pendidikan formal. Bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi atau memasuki lapangan kerja," pungkasnya. (Tribunkalteng.com/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved