Kabar Kalimantan

Sempat Aniaya Ayahnya, Pria Ini Malah Kemudian Ditemukan Membusuk Jadi Mayat

Pada leher Matedi yang sudah mulai hitam membusuk, terikat sebuah tali plastik berwarna hijau seukuran jari kelingking dengan panjang sekitar tiga met

Sempat Aniaya Ayahnya, Pria Ini Malah Kemudian Ditemukan Membusuk Jadi Mayat
TRIBUNPONTIANAK/Alfon Pardosi
Matedi (31) saat ditemukan tidak bernyawa, yang sempat dicari selama dua hari 

TRIBUNKALTENG.COM, LANDAK - Dua hari setelah diketahui menghajar orang tuanya dengan menggunakan alat panen sawit (dodos), Marselinus Matedi (31), kemudian ditemukan dalam kondisi telah menjadi mayat.

Kejadian ini terungkap setelah sesosok mayat di Dusun Pesayangan, Desa Raja, Kecamatan Ngabang pada Rabu (8/5/2019), menghebohkan warga sekitar.

Marselinus Matedi (31), tercatat sebagai warga Dusun Berinang Mayun, Desa Berinang Mayun, Kecamatan Kuala Behe.

Korban ditemukan oleh keluarganya sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dimana tergeletak dan membusuk di bawah sebuah pohon di area perkebunan sawit milik orang lain tak jauh dari kebun sawit milik orang tuanya di Dusun Pesayangan, Desa Raja, Kecamatan Ngabang. 

Ramalan Zodiak Harian Jumat 10 Mei 2019, Prediksi Keberuntungan Aquarius, Dukungan untuk Capricorn

Mayat di Kebun Sawit Ternyata Warga Sungai Lulut, Telah 20 Hari Menghilang

Liga Inggris - Selain Didenda, Chelsea Dilarang Rekrut Pemain Senior dalam Dua Masa Bursa Transfer

Tawuran Remaja di Jalan, Satu Pelajar Tewas Akibat Sabetan Senjata Tajam

Pada leher Matedi yang sudah mulai hitam membusuk, terikat sebuah tali plastik berwarna hijau seukuran jari kelingking dengan panjang sekitar tiga meter.

Berawal dari cerita seorang kerabatnya Selon (40) yang tinggal di daerah Bunut Jalan Ngabang-Mungguk, yang saat itu kebetulan lewat dekat kebun sawit milik Muat (80) ayah korban, tiba-tiba mendengar adanya suara orang teriak minta tolong.

Setelah menelusuri suara teriakan tersebut, Selon terkejut mendapatkan Muat sedang mengerang kesakitan sambil memegangi kepalanya yang terluka.

Setelah ditanyakan kepada Muat, diketahui bahwa Muat diserang oleh anaknya Matedi menggunakan alat panen sawit (dodos). Setelah melihat kedatangan Selon, Matedi segera melarikan diri.

Oleh Selon kemudian Muat dibawa ke RSUD Landak untuk mendapatkan perawatan. Setelah kejadian tersebut, Widodo (abang kandung korban) ditemani Selon dan Miranto mencari keberadaan Matedi.

Berselang dua hari pencarian, Widodo pun mendapatkan Matedi sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan membusuk di bawah sebuah pohon sawit diarea kebun milik orang lain. Kemudian seorang warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngabang.

Kapolsek Ngabang Kompol Ida Bagus Gde Sinung SH MH beserta personilnya langsung mendatangi TKP. Dari hasil pengecekan TKP, pihak Kepolisian kemudian menawarkan untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Namun pihak keluarga korban menolak.

Setelah melalui surat pernyataan dan Berita Acara penolakan, korban kemudian dibawa ke RSUD Landak menggunakan mobil Patroli Polsek Ngabang untuk mendapatkan visum dokter.

Keterangan pihak keluarga korban bahwa korban sudah lama mengalami depresi, dan beberapa kali menjalani perawatan di RSJ Bodok Singkawang.

Setelah kejadian ini, Matedi rencananya akan dikebumikan pada hari ini Kamis (9/5/19) di Pemakaman Katholik Dusun Dengoan, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang (alf).

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Fakta Terbaru Sebelum Ditemukan Tewas, Korban Diketahui Sempat Aniaya Ayahnya

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved