Kalteng Kita

Bermalam di Palangkaraya, Presiden Jokowi Pastikan Pemerintah Serius Soal Pemindahan Ibu Kota

Keberadaan sarana pendukung tersebut disebutnya dapat menghemat biaya pembangunan apabila di kemudian hari ditetapkan sebagai ibu kota baru untuk

Bermalam di Palangkaraya, Presiden Jokowi Pastikan Pemerintah Serius Soal Pemindahan Ibu Kota
Tribunkalteng.com/faturahman
Presiden Joko Widodo disambut Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dan Wali Kota Palangkaraya, Fairus Naparin sesaat setelah turun dari pesawat di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Setelah sebelumnya mengunjungi Provinsi Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo, Selasa (7/5/2019) sore tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Saat turun dari pesawat kepresidenan, Jokowi disambut oleh Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dan Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin yang telah menunggunya sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh bagian protokoler kepresidenan.

Dari Bandara Tjilik Riwut Presiden langsung menuju Swisbel Hotel Danum untuk beristirahat sejenak sekaligus salat magrib dan buka puasa di Masjid Raya Darussalam di Jalan George Obos Palangkaraya bersama para pemuka agama, tokoh masyarakat , Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangkaraya serta masyarakat.

Zodiak Pekerjaan Kamis 9 Mei 2019: Ramalan Harapan Pisces Tercapai, Penuh Energi Gemini, Cancer?

Suami Habisi Istri dan Dua Anaknya, Korban Digorok dan Ditikam, Dimasukkan dalam Bak Mandi

Dikepung Warga, Perampok Tembak Rekannya Sendiri Hingga Tewas

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari 3, Rabu 8 Mei 2019 untuk Kota Palangkaraya dan Sekitarnya

Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada Selasa, 7 Mei 2019, ke Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, dalam rangka melihat secara langksung kondisi daerah calon ibu kota baru Republik Indonesia. Pemerintah menyeriusi wacana pemindahan ibu kota yang telah dirintis sejak era presiden pertama.

"Kita ingin melihat visi ke depan kita seperti apa. Indonesia sebagai negara besar juga ingin memiliki pusat pemerintahan yang terpisah dengan pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, dan jasa. Ini kita ingin menapak ke depan sebagai sebuah negara maju," kata Presiden.

Presiden Jokowi menyebut bahwa wilayah yang dikunjunginya itu memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya ialah kelengkapan infrastruktur pendukung yang telah tersedia di sekitar kawasan.

Keberadaan sarana pendukung tersebut disebutnya dapat menghemat biaya pembangunan apabila di kemudian hari ditetapkan sebagai ibu kota baru untuk pemerintahan Republik Indonesia.

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemindahan dan penyiapan ibu kota baru tidak hanya berkutat pada kesiapan infrastruktur saja. Banyak aspek lain yang masih harus dikaji oleh pemerintah dan dikonsultasikan dengan sejumlah pihak terkait sebelum mengambil keputusan.

"Kajian itu tidak hanya urusan infrastruktur. Ada kajian sosial-politiknya seperti apa. Ini yang perlu dipertajam. Kemudian urusan lingkungan dan kebutuhan air seperti apa. Apakah jauh dari sisi kebencanaan entah banjir atau gempa bumi," ucapnya.

Dalam kunjungannya , Presiden didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit. (Tribunkalteng.com/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved