Ramadhan 2019

Ini yang Terjadi Saat Ruh Ditiupkan ke Janin, Bukti Pengakuan Kepada Tuhan Sebagai Pencipta

Peniupan ruh dan dialog spiritual itu menunjukkan pada hakikatnya manusia sebagai makhluk spiritual yang telah ber-Tuhan sejak di dalam kandungan.

Ini yang Terjadi Saat Ruh Ditiupkan ke Janin, Bukti Pengakuan Kepada Tuhan Sebagai Pencipta
tribunkalteng.com/Shutterstock
Ilustrasi 

Namun, penggunaan kata "nafakha" menunjukkan adanya proses langsung tanpa perantara.

Pertanyaannya lalu muncul, apakah Allah SWT memiliki ruh sehingga dapat ditiupkan ke dalam diri manusia?

Lalu apa bedanya dengan ruh yang ada dalam diri manusia?

Di sinilah yang dimaksud dengan Ruh-Ku, yaitu sifat Allah secara ma'ani, yaitu: qudrah (kekuasaan), iradah (kehendak), ilmu (pengetahuan), hayat (kehidupan), sama' (pendengaran), bashar (penglihatan), dan kalam (pembicaraan).

Penjelasannya, bahwa dengan tiupan sifat qudrah Allah, sehingga manusia memiliki kekuasaan atau kekuatan.

Tiupan sifat iradah Allah, lalu manusia memiliki kehendak/keinginan.

Tiupan sifat ilmu Allah, kemudian manusia memiliki pengetahuan.

Tiupan sifat hayat Allah yang menjadikan manusia hidup.

Demikian juga tiupan sifat sama' Allah, sehingga manusia memiliki pendengaran.

Tiupan sifat bashar Allah, manusia memiliki penglihatan.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved