Kalteng Kita

Tiang Fender Jembatan Kalahien Ambruk, Gubernur Kalteng Siapkan Pergub Soal Angkutan Batu Bara

Nantinya, akan ada aturan yang mengatur lalulintas kapal atau tongkang yang melewati bawah jembatan penyeberangan.

Tiang Fender Jembatan Kalahien Ambruk, Gubernur Kalteng Siapkan Pergub Soal Angkutan Batu Bara
Polres Barsel
Tiang fender Jembatan Kalahien Buntok, Barsel, Kalteng, ambruk dihantam tongkang batu bara. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pengetatan terhadap pengawasan dan aturan lalu lintas kapal tongkang angkutan batu bara yang melewati jalur sungai, bakal dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Ini dilakukan akibat makin seringnya terjadi kecelakaan air, kapal atau tongkang yang menghantam fender jembatan penyeberangan yang berkonstruksi baja di beberapa sungai yang ada di Kalimantan Tengah.

Nantinya, akan ada aturan yang mengatur lalulintas kapal atau tongkang yang melewati bawah jembatan penyeberangan.

3 Hari Lagi Bulan Puasa Ramadhan 2019, Penderita Asam Lambung & Maag Simak 7 Tips Enak Berpuasa Ini

Gubernur Kalteng Pertegas Tagih Royalti Tambang, Sugianto: Pengusaha Nangis-nangis Tongkang Ditahan

Diduga Cabuli Gadis Usia 13 Tahun, Ipda AD Disebut Ancam Bakar Rumah Korban

Jemaah An-Nadzir Gowa Putuskan 1 Ramadan 1440 Jatuh Hari Minggu, Sabtu Mulai Puasa

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, mengatakan, terkait kecelakaan air, tongkang menabrak fender Jembatan Kalahien di DAS Barito Kabupaten Barito Selatan, pihaknya minta kejadian tersebut diproses secara hukum, dan perusahaan yang menabrak bertanggungjawab atas kerusakan tersebut.

Gubernur Sugianto, juga menegaskan akan memperketat aturan lalulintas kapal tongkang yang lewat bawah jembatan sesuai dengan pergub yang telah dibuat, sejak lama.

"Sesuai aturan yang telah dibuat, ada aturan untuk tongkang yang boleh melewati bawah jembatan penyeberangan, seperti angkutan tambang batu bara tidak boleh lebih dari 300 fit," ujarnya.

Sugianto mengatakan, meski ada aturan tersebut, ternyata masih ada perusahaan yang belum mentaatinya, sehingga kedepannya lalulintas tongkang batu bara dan hasil tambang lainnya harus sesuai dengan ketentuan yang telah diatur, sehingga jembatan penyeberangan tetap bisa terjaga.

Senada diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Ati Mulyati, Jumat (3/5/2019) yang menegaskan, pihaknya telah memasang sarana bantu navigasi atau (SBNP) untuk setiap kapal dan tongkang yang ingin lewat bawah jembatan yang rawan kecelakaan yakni di Jembatan Kalahien, Jembatan Hasan Basri dan Jembatan Bajarum, Kota Besi, Kotim.

"Kejadian tongkang tabrak fender jenbatan itu sudah terjadi hingga beberapa kali makanya kami buat aturan yang harus ditaati oleh senua nahkoda kapal yang lewat bawah jembatan tersebut.Ada tiga titik SBNP yang dipasang terutama pada jembatan yang rawan ditabrak tongkang atau kapal," ujarnya. (Tribunkalteng.com /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved