Habib Bahar Smith dan Profesor Saksi Ahli Debat di Persidangan: Bahas Zina hingga Hukum Negara

Dalam sidang lanjutan tersebut, terdakwa Habib Bahar bin Smith saling adu argumentasi dengan Prof Nandang Sambas.

Habib Bahar Smith dan Profesor Saksi Ahli Debat di Persidangan: Bahas Zina hingga Hukum Negara
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (18/12/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, BANDUNG - Sidang dugaan penganiayaan terhadap dua remaja dengan terdakwa Bahar bin Smith itu kembali digelar di gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Kamis (2/6/2019), diwarnai perdebatan menarik.

Dalam sidang lanjutan tersebut, terdakwa Habib Bahar bin Smith saling adu argumentasi dengan Prof Nandang Sambas.

Ketika itu, Prof Nandang Sambas dari Universitas Islam Bandung (Unisba) dihadirkan sebagai saksi ahli pidana.

Oleh hakim yang memimpin persidangan, Bahar bin Smith diberikan kesempatan untuk bertanya kepada saksi ahli terkait hukum Islam yang dianutnya.

Ramalan Zodiak Harian Sabtu 4 Mei 2019, Uji Kesabaran Pisces, Leo & Orang Istimewa, Taurus Belanja

Habib Bahar bin Smith Ditahan Polisi, Fahri Hamzah Protes ke Jokowi, Gus Nadir Beri Tanggapan

Tim Tamu Chelsea Hanya Mampu Bermain Imbang 1-1 Vs Eintrcht Frankfurt di Semifinal Liga Europa

Pembalap Tuan Rumah Mendominasi Podium Juara MotoGP Spanyol, Berikut Jadwal Lengkap

Berikut pertanyaan Bahar bin Smith dan jawaban saksi ahli, yang berujung pada perdebatan. 

Awalnya Bahar bertanya kepada saksi ahli Nandang perihal pernikahan suami istri yang menjadi perumpamaan di awal pertanyaan.

Bahar: Suami istri menikah secara KUA sah, tetapi cerainya menurut agama. Setelah bercerai, si perempuan itu selesai masa iddah kemudian menikah dengan laki-laki lain tetapi secara siri bukan secara KUA.

Berarti dalam status negara suaminya yang dulu itu kan masih suaminya, dia melaporkan bahwa istrinya ini melakukan perzinahan, itu termasuk hukum pidana tidak? 

Nandang: Zinah itu berzinah. Pidana (hukumnya).

Bahar: Sedangkan di dalam Islam, ini bukan perzinahan. Sebab mereka telah resmi menikah menurut agama. Ini yang saya tanyakan, perumpamaan, pertanyaan saya seorang anak di dalam Islam tidak bisa disebut anak.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved