Kalteng Kita

Kekayaan Laut Didominasi Nelayan Luar Daerah, Nelayan Kalteng Hanya Jadi Penonton

KEGIATAN menangkap ikan dan cumi-cumi di perairan pesisir laut wilayah Kalteng oleh nelayan dari Pulau Jawa ini memang sudah lama dilakukan nelayan as

Kekayaan Laut Didominasi Nelayan Luar Daerah, Nelayan Kalteng Hanya Jadi Penonton
google.map
Ilustrasi - Perairan Kumai-Semarang 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - KEGIATAN menangkap ikan dan cumi-cumi di perairan pesisir laut wilayah Kalteng oleh nelayan dari Pulau Jawa ini memang sudah lama dilakukan nelayan asal Jateng.

Hal ini karena ikan yang ada di perairan pesisir Pantai Ujung Pandaran, Pantai Perairan Kumai maupun Kuala Pembuang, sangat banyak.

Bahkan, untuk jenis cumi-cumi yang ada di perairan Kalteng tersebut kualitasnya merupakan kualitas terbaik, yang sangat digemari dipasaran luar negeri.

Ramalan Zodiak Harian Kamis 2 Mei 2019, Emosi Aquarius, Gangguan Hubungan Romantis Pisces, Libra?

Kakak Beradik Ini Bikin Resah Nelayan Pulau Sebuku, Curi Jaring Kepiting dan Mesin Kapal Nelayan

Dikenal Brutal Saat Muda, Mike Tyson Kini Menyesalinya di Usia 52 Tahun

Ricuh Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Makassar, Satu Peserta Dikabarkan Meninggal Dunia

Tak heran jadi incaran nelayan asal pulau Jawa setiap melakukan penangkapan cumi-cumi dengan menggunakan kapal khusus dan teknik khusus.

Ironisnya, Pemerintah Kalteng, kurang peduli terkait hal tersebut, sehingga nelayan Kalteng tidak punya keahlian dan belum punya kapal khusus untuk menangkap hewan laut tersebut.

Penangkapan ikan dan cumi-cumi di perairan tersebut didominasi nelayan asal Jawa, nelayan Kalteng hanya bisa jadi menonton.

Apalagi, nelayan Kalteng belum punya keahlian dan sarana memadai menangkap hewan laut di wilayahnya sendiri.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng, Darliansjah menegaskan, pihaknya sudah berupaya antara lain melakukan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemprov Jateng untuk mengatur nelayan luar, terutama dari Jateng yang menangkap ikan di Wilayah Kalteng.

"Dalam melakukan penangkapan ikan dan cumi para nelayan luar tersebut wajib lapor dan melakukan bongkar muat serta memanfaatkan cold storage di Pelabuhan Perikanan Kumai dan Kuala Pembuang, ini agar nelayan luar bisa terkontrol dalam operasinya," ujarnya.

Bukan hanya itu, Kalteng juga telah menetapkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) sebagai upaya kepastian hukum dan usaha bagi nelayan dan investor.

"Dengan adanya rencana zona tersebut akan dapat dipetakan potensi kelautan dan perikanan tangkap .termasuk cumi yang banyak diburu oleh nelayan asal Jawa Tengah tersebut," ujarnya. (Banjarmasin Post edisi cetak)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved