Jadi Kandidat Pemindahan Ibu Kota, Ini Sejarah Gempa Magnitudo 6 SR di Kalimantan

Pulau Kalimantan masuk dalam kandidat ibu kota negara baru karena beberapa faktor, termasuk sedikit gempa.

Jadi Kandidat Pemindahan Ibu Kota, Ini Sejarah Gempa Magnitudo 6 SR di Kalimantan
net
Ilustrasi - Peta klasik Pulau Kalimantan 

TRIBUNKALTENG.COM - Wacana pemindahan ibu kota pemerintahan kembali mencuat setelah Presiden Jokowi memutuskan ibu kota negara pindah ke luar Pulau Jawa. Dan, Pulau Kalimantan menjadi kandidat lokasi ibu kota baru yang kemungkinan bakal dipilih.

Pulau Kalimantan masuk dalam kandidat ibu kota negara baru karena beberapa faktor, termasuk sedikit gempa.

Namun rupanya Pulau Kalimantan memiliki sejarah bukan benar-benar bebas dari gempa. 

Dilansir setkab.go.id, terkait ibu kota negara dipindah ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan ada 3 kandidat yang akan dipilih sebagai calon ibu kota negara RI, pengganti kota Jakarta.

BREAKING NEWS : 40 Warga Mantangai Kapuas Kalteng Keracunan Massal, Diduga Makanan Hajatan

Ramalan Zodiak Harian Kamis 2 Mei 2019, Emosi Aquarius, Gangguan Hubungan Romantis Pisces, Libra?

Wacana Pemindahan Ibu Kota, Bagaimana Proyek Infrastuktur Rp 571 Triliun Anies Baswedan?

Andre Taulany Lecehkan Ustadz Abdul Somad? Adi Hidayat Beri Teguran Keras: Awal Kehancuran Anda

Ricuh Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Makassar, Satu Peserta Dikabarkan Meninggal Dunia

Ketiga kandidat itu, ibu kota negara dipindah bisa ke Sumatra, Sulawesi, atau di Kalimantan.
“Bisa di Sumatra, tapi kok nanti yang timur jauh. Di Sulawesi, agak tengah tapi juga yang di barat kurang,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai makan siang bareng buruh saat melakukan kunjungan ke pabrik sepatu PT KMK Global Spors, di Kel. Talagasari, Kec. Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/4) siang.

Saat disebut Kalimantan, Presiden Jokowi menjawab dengan nada bertanya, Kalimantan kok di tengah-tengah.

“Tapi ini ada 3 kandidat tapi memang belum diputuskan. Kita harus cek dong secara detil meskipun tiga tahun ini kita bekerja ke sana. Bagaimana mengenai lingkungan, daya dukung lingkungan, airnya seperti apa, mengenai kebencanaan, banjir, gempa bumi seperti apa,” ujar Presiden,

Selain itu, lanjut Presiden, juga dicek nanti pengembangan untuk ibu kota ke depan apakah masih memungkinkan. Sehingga semua hitungan ini, semua kalkulasi harus dirampungkan dulu, nanti disampaikan lagi kepada dirinya, baru saya putuskan.

Menurut Kepala Negara, keputusan untuk memindahkan Ibu kota negara dari Jakarta tentu saja nantinya akan dikonsultasikan ke DPR, juga ke tokoh-tokoh formal maupun informal, tokoh politik, tokoh masyarakat, karena ini menyangkut sebuah visi ke depan kita dalam membangun sebuah ibu kota pemerintahan yang memang representatif untuk kita bekerja.

Demikian juga soal regulasi, menurut Presiden, baik kajian hukum, kajian sosial, politik, semuanya. Kalau sudah matang nanti diputuskan.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved