Dikenal Brutal Saat Muda, Mike Tyson Kini Menyesalinya di Usia 52 Tahun

Dikenal garang baik di atas ring maupun di luar ring, petinju kelas berat legendaris, Mike Tyson mengaku menyesal dengan masa lalunya sebagai pribadi

Editor: Mustain Khaitami
zoom-inlihat foto Dikenal Brutal Saat Muda, Mike Tyson Kini Menyesalinya di Usia 52 Tahun
net
Mike Tyson

TRIBUNKALTENG.COM - Dikenal garang baik di atas ring maupun di luar ring, petinju kelas berat legendaris, Mike Tyson mengaku menyesal dengan masa lalunya sebagai pribadi yang brutal.

Dalam sejarah tinju dunia, Tyson memang dianggap sebagai salah satu petinju paling brutal.

Tumbuh sebagai anak jalanan liar di Catskill, New York, Tyson menumpahkan semua keganasannya di atas ring.

 Ia menjadi juara dunia kelas berat antara 1986-1996 dengan rekor bertarung 50 kali menang (44 KO) dan 6 kali kalah.

Ramalan Zodiak Harian Kamis 2 Mei 2019, Emosi Aquarius, Gangguan Hubungan Romantis Pisces, Libra?

Lagi Krisis Keuangan, Mike Tyson Jual Ferrari F50 Kesayangan

Ada Suap Tas Hingga Berlian di Balik Penangkapan Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Manalip

Beredar Isu Imam Nahrawi Mundur dari Menpora, Ini Penjelasan Singkat Sesmenpora

Ia menjadi juara dunia pada usia 20 tahun pada 1986, memukul KO hampir semua lawannya sebelum dijatuhkan James "Buster" Douglas pada 1990.

Setelah kekalahannya, Tyson mencoba bangkit kembali namun tersandung pada tindak kriminal dengan memperkosa seorang kontesatan ratu kecantikan.

Ia dijatuhi hukuman penjara tiga tahun dan kemudian terus menghadapi masalah saat mencoba kembali ke atas ring.

Tyson sempat tertangkap berkelahi, menggigit telinga Evander Holyfield dalam pertarungan 1997 serta terlibat pertikaian dengan juara dunia asal Inggris, Lennox Lewis.

Dalam wawancara pada acara televisi "Good Morning Britain," Tyson yang telah berusia 52 tahun mengaku menyesali semua yang dilakukannya pada masa muda.

"Sejak usia 12 tahun, saya hanya tahu bagaimana menyakiti orang lain, mengalahkan mereka, mempermalukan sekaligus membuat mereka patah semangat," kata Tyson.

"Namun sejujurnya saya pada masa itu adalah seorang remaja yang selalu takut dan merasa tidak pasti."

"Saya tidak mengetahui apakah yang saya lakukan itu baik atau tidak."

"Saya hanya merasa nyaman dan semua orang memuji apa yang saya perbuat."

"Karena itulah saya kemudian menjelma sebagai seorang yang kejam yang tidak bisa bertanggungjawab," kata Tyson.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved