Paling Lambat 30 April 2019 PNS Koruptor Sudah Harus Dipecat, Pejabat Berwenang Bisa Kena Sanksi

Kementerian Dalam Negeri mencatat setidaknya masih terdapat 1.124 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung kasus korupsi tetapi belum dilakukan

Paling Lambat 30 April 2019 PNS Koruptor Sudah Harus Dipecat, Pejabat Berwenang Bisa Kena Sanksi
net
Ilustrasi

TRIBUNKALTENG.COM - Kementerian Dalam Negeri mencatat setidaknya masih terdapat 1.124 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung kasus korupsi tetapi belum dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), per 26 April 2019.

Jumlah tersebut terdiri dari 143 ASN di tingkat provinsi, dan 981 ASN lainnya di tingkat kabupaten/kota.

Sementara, sebanyak 1.372 ASN sudah dipecat dengan tidak hormat, yang terdiri dari 241 ASN di tingkat provinsi, dan 1.131 ASN di tingkat kabupaten/kota.  

Ramalan Zodiak Harian Rabu 1 Mei 2019, Terbaik Bagi Pisces Saat Malasnya Taurus & Keuntungan Gemini

Begini Nasib 2.357 PNS Koruptor, 55 dari Kalteng Akan Dipecat dan Tak Terima Gaji Lagi

Menyulap Kamar Kos Sekaligus Sebagai Tempat Kerja, Konsep Desain Anak Kos Ini Viral

Ditulis Ramadhan atau Ramadan? Ternyata Masing-masing Punya Arti Berbeda, Ini Penjelasannya

Dipertegas MK

Pemecatan terhadap ASN yang tersandung masalah hukum dipertegas oleh Mahkamah Konstitusi baru-baru ini.

Putusan MK mempertegas bahwa ASN yang telah memiliki keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap harus dipecat. Hal itu juga berlaku bagi PNS koruptor.

Putusan MK yang bernomor 87/PUU-XVI/2018 tersebut diajukan oleh PNS Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Hendrik.

Hendrik telah menjalani hukuman 1 satu bulan penjara atas tindak pidana korupsi yang dilakukannya dan kembali bertugas.

Ia merasa resah dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) perihal pemecatan ASN dengan keputusan inkrah. Hendrik takut dapat diberhentikan dengan tidak hormat suatu waktu.

Hendrik pun menggugat Pasal 87 ayat (4) huruf b Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved