Kajian Islam

Kualitas dan Tingkatan Orang Berpuasa Ramadan, yang Mana Anda?

Tidak cukup hanya menahan diri dan lapar. Seorang yang berpuasa dan menginginkan derajat ketakwaan di bulan suci ini juga harus mengetahui esensi dari

Kualitas dan Tingkatan Orang Berpuasa Ramadan, yang Mana Anda?
Puasa ramadan 

TRIBUNKALTENG.COM - Kualitas puasa di bulan suci Ramadan, tergantung bagaimana sikap kita menjaga hati dan perilaku.

Tidak cukup hanya menahan diri dan lapar. Seorang yang berpuasa dan menginginkan derajat ketakwaan di bulan suci ini juga harus mengetahui esensi dari puasa tersebut menurut tingkatannya.

Doa Rasulullah Menyambut Ramadan, Ini Manfaat Luar Biasa dari Berpuasa Bagi Kesehatan

Mohamed Salah Merajai Daftar Top Skor dengan 21 Gol Hingga Pekan ke-35 Liga Inggris

Ramalan Zodiak Hari Ini, Scrocpio Harus Mengabaikan Ketakutan, Gemini: Putuskan Sebelum Terlambat!

Berikut penjelasan yang dikeluarkan oleh lembaga fatwa Mesir, Darul Ifta, mengenai tingkatan puasa seorang Muslim:

Tingkatan pertama adalah mereka yang menahan lapar dan dahaga. Ini adalah tingkatan terendah puasa seorang Muslim.

Tingkatan kedua adalah mereka yang menahan lapar dan dahaga, serta segala perbuatan dan perkataan buruk. Ini satu tingkat diatas puasa mereka yang hanya menahan lapar dan haus.

Tingkatan ketiga adalah mereka yang menahan lapar, dahaga, dan segala perbuatan dan perkataan buruk, serta hatinya ikut berpuasa menahan segela hawa nafsu yang dapat melalaikan seorang hamba dari mengingat Allah Subhanahu Wata’ala.

Ini adalah tingkatan tertinggi puasa seorang Muslim di dunia.

Adapun Imam Ghazali juga membagi puasa menjadi 3 tingkatan;

Puasanya orang umum; Mereka adalah yang menahan perut dan kemaluannya dari hawa nafsu.

Puasanya orang khusus; Mereka adalah yang menahan segala panca indera dari keburukan yang dapat mengurangi pahala puasa.

Puasanya orang-orang spesial; Mereka adalah yang ikut mempuasakan hatinya dan pikiranny dari kenikmatan dunia, dan tertuju hanya kepada Allah semata.

Adapaun mengenai pahalanya, Allah semata yang berhak mengganjar puasa hamba-hambanya sesuai dengan hadits;

“Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jallah berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.”

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Tingkatan Orang Berpuasa, Yang Manakah Anda?

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved