Info Sehat

Berikan Ponsel ke Anak Seperti Mencekokinya dengan Sebotol Wine atau 1 Gram Kokain, Efeknya ke Otak

Waktu yang dihabiskan seseorang untuk mengirim pesan di aplikasi percakapan atau membalas komentar di media sosial bisa menyebabkan Kecanduan pada ana

Berikan Ponsel ke Anak Seperti Mencekokinya dengan Sebotol Wine atau 1 Gram Kokain, Efeknya ke Otak
FACEBOOK.COM/MUTMAINNAH NAJWIDDIN
Ilustrasi - anak main gadget 

TRIBUNKALTENG.COM - Banyak orang tua yang memilih memberikan gedget dan memberikan anak bermain dengan gedget.

Padahal, gedget berpengaruh buruk terhadap tumbuh kembang anak. Bahkan tak sedikit anak-anak yang kecanduan bermain gadget dan jadi malas bermain dan bergerak aktif.

Seorang terapis Kecanduan dari Inggris mengatakan, memberikan ponsel ke anak sama seperti "memberinya segram Kokain".

Ramalan Zodiak Harian Selasa 30 April 2019, Cancer Hingga Leo Bisa Terkenal, Pisces Tak Ada?

Kecanduan Gadget, Mata Balita Empat Tahun Ini Harus Dioperasi, Sang Ayah Menyesal

5 Hari Diputar, Avengers: Endgame Raup Rp 16 Triliun di Seluruh Dunia

Beli HP Lewat Online, Uang Rp16 Juta Milik Warga Muara Teweh Ini Lenyap

Waktu yang dihabiskan seseorang untuk mengirim pesan di aplikasi percakapan atau membalas komentar di media sosial bisa menyebabkan Kecanduan pada anak remaja, seperti halnya Narkoba dan alkohol.

Mandy Saligari, spesialis kecanduan dari klinik rehabilitasi Harley Street London, mengatakan bahwa Kecanduan gadget seharusnya juga diatasi seperti halnya kecanduan Narkoba.

"Saya selalu mengatakan, saat Anda memberikan tablet atau ponsel ke anak, itu seperti memberikan mereka sebotol wine atau segram Kokain. Apakah kita siap membiarkan mereka dengan benda itu di balik pintu?" katanya.

Ia menjelaskan, penggunaan ponsel yang berlebihan memiliki dampak yang sama pada otak seperti halnya obat-obatan terlarang.

"Saat membicarakan perilaku kecanduan, biasanya orang langsung melihat pada zat berbahaya. Padahal, pola perilaku itu bisa mewujud dalam berbagai bentuk, misalnya obsesi pada makanan, melukai diri, atau mengirim teks bernuansa seks," katanya.

Di kliniknya, Saligari, mengatakan bahwa dua pertiga pasiennya adalah remaja berusia 16-20 tahun.

Ia menyebut peningkatannya sangat dramatis dalam 10 tahun terakhir.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved