Kabar Dunia

Sebut Kekayaan Ayatollah Ali Khamenei Rp 2.800 Triliun, Kedubes AS Dinilai Langgar Norma Diplomatik

Februari lalu, saat peringatan 40 tahun revolusi Islam di Iran, kedubes AS untuk Irak juga menyerukan pergantian rezim di Iran.

Sebut Kekayaan Ayatollah Ali Khamenei Rp 2.800 Triliun, Kedubes AS Dinilai Langgar Norma Diplomatik
AFP
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

TRIBUNKALTENG.COM - Di tengah ketegangan antara kedua negara yang terus meningkat, Kantor Kedutaan Besar AS di Baghdad mengeluarkan klaim bahwa Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disebut memiliki kekayaan hingga 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.800 triliun, Kamis (25/4/2019).

"Korupsi telah merajalela di semua bagian rezim Iran, mulai dari puncak teratas," tulis postingan di halaman resmi kedutaan, seperti dikutip The New Arab.

"Kepemilikan pemimpin tertinggi saat ini, Ali Khamenei, seorang diri saja diperkirakan mencapai 200 miliar dolar AS (sekitar Rp 2.800 triliun)."

Mansa Musa, Orang Terkaya Dunia yang Kemudian Runtuh dan Kehilangan Hartanya

Ramalan Percintaan Zodiak Sabtu 27 April 2019, Taurus Posesif, Merananya Aquarius, Pisces?

Terus Menangis Tanpa Henti Nonton Avengers: Endgame, Gadis Ini Dirawat di Rumah Sakit

"Sementara banyak warga yang menderita dalam kemiskinan karena kondisi ekonomi di Iran yang mengerikan setelah selama 40 tahun dipimpin oleh mullah," lanjut tulisan tersebut.

Total kekayaan pemimpin tertinggi Iran tersebut dapat membayar separuh utang luar negeri Indonesia yang menurut laporan akhir Februari lalu mencapai 388 miliar dolar AS atau sekitar Rp 5.500 triliun.

Laporan kedutaan besar AS yang menyerang Iran ini bukan kali pertama terjadi.

Februari lalu, saat peringatan 40 tahun revolusi Islam di Iran, kedubes AS untuk Irak juga menyerukan pergantian rezim di Iran.

Unggahan itu langsung menuai kritik dari para politisi Irak, termasuk faksi-faksi Syiah pro-Iran.

Banyak dari petinggi Irak yang secara terbuka mengungkapkan tidak lagi mendukung kehadiran militer AS di Irak setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut ingin menjadikan Irak untuk memata-matai Iran.

"Pernyataan ini melanggar norma diplomatik," ujar Taleb al-Bahadli, pemimpin Partai Dawa, dalam panggilan telepon dengan The New Arab.

"Tidak ada kedutaan asing yang menyerang negara lain dari dalam wilayah negara tuan rumah," tambahnya, menyerukan pemerintah Irak untuk bertindak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kekayaan Pemimpin Tertinggi Iran Setara Separuh Utang Luar Negeri Indonesia

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved