Pilkada Kalteng

Buka Peluang Koalisi dengan Partai Politik, Habib Ismail Tegaskan Siap Maju di Pilkada Kalteng

Kabar akan majunya Habib Ismail bin Yahya dalam bursa bakal calon Gubernur Kalteng di Pilkada Kalteng mendatang, sepertinya sudah bulat.

Buka Peluang Koalisi dengan Partai Politik, Habib Ismail Tegaskan Siap Maju di Pilkada Kalteng
Habib Ismail berdiri berorasi dalam aksi solidaritas untuk Rohingya di kawasan Bundaran Besar Palangkaraya, Jumat (8/9/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kabar akan majunya Habib Ismail bin Yahya dalam bursa bakal calon Gubernur Kalteng di Pilkada Kalteng mendatang, sepertinya sudah bulat.

Tidak hanya semakin gencar mengumpulkan KTP dan dukungan dari masyarakat, Ketua DPW PKB Kalteng yang juga Wakil Gubernur Kalteng ini bahkan menegaskan tengah memperkuat jaringan hingga ke tingkat bawah.

Habib Ismail Klaim Sudah Kumpulkan 52 Ribu KTP, Bakal Maju ke Bursa Calon Gubernur Kalteng?

Kapan Batas Akhir Membayar Utang Puasa Ramadan? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Simpanse Pintar Ini Terekam Video Sedang Bermain Instagram

"Melihat respon masyarakat lewat WA dan Facebook sejak kemarin, banyak yang menyatakan dukungannya. Tidak hanya itu, sudah ada juga yang menyatakan siap menyumbangkan rumah untuk dijadikan posko," ujar Habib Ismail bin Yahya kepada Tribunkalteng.com, Jumat (26/4/2019).

Sebelumnya, kabar majunya Habib Ismail dalam bursa bakal calon Gubernur Kalteng terungkap dari postingan akun Facebook Ismail pada Kamis (25/4/2019) petang. Ketika itu, Habib Ismail menyebut sudah memiliki 52 ribu dukungan KTP sekaligus tanda tangan masyarakat.

Dengan begitu, dirinya memiliki kesempatan untuk maju melalui jalur independen atau perseorangan.

Sebagai Ketua DPW PKB Kalteng, kenapa tidak lewat jalur partai?

Habib Ismail menyatakan tetap membuka peluang koalisi dengan partai lain untuk mendukungnya maju dalam Pilkada Kalteng. Bahkan melihat dukungan yang datang kepadanya, bakal ada partai politik yang akan merapat.

Namun diakui, upaya mengumpulkan dukungan melalui KTP dan tanda tangan adalah sebagai langkah awal dalam menyerap aspirasi masyarakat yang menghendaki pemimpin Kalteng yang aspiratif.

"Perlu diingat, dukungan 52 ribu KTP itu disertai tanda tangan dari masyarakat yang bersangkutan. Dalam hal ini, PKB tetap akan menjadi mesin politik," ujar Habib Ismail. (Tribunkalteng.com/Mustain Khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved