Kabar Palangkaraya

Sampaikan Empati kepada Para Korban, Polda Kalteng Tegaskan Kecelakaan di Jalan Yos Sudarso Diproses

Namun terhadap para korban, pihak Polda Kalimantan Tengah menyatakan belasungkawa dan empati mendalam.

Sampaikan Empati kepada Para Korban, Polda Kalteng Tegaskan Kecelakaan di Jalan Yos Sudarso Diproses
tribunkalteng.co/fathurahman
Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rochmawan 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Proses hukum terhadap oknum perwira polisi berinisial M dalam kasus kecelakaan yang menewaskan tiga mahasiswa pada Minggu (21/4/2019) malam, dipastikan tetap akan dijalankan.

Namun terhadap para korban, pihak Polda Kalimantan Tengah menyatakan belasungkawa dan empati mendalam.

"Kami mengucapkan empati dan belasungkawa atas kejadian tersebut, dan kasus ini tetap diproses," ujar Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (23/4/2019).

Terekam Penampakan Awan Menyerupai Mata di Langit Bandung, Ini Penjelasan LAPAN

Kasus Suap PLTU Riau-1, Idrus Marham Divonis 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 150 Juta

Bermunculan Saat Ramadhan, Kurma Ternyata Memiliki Manfaat Luar Biasa Bagi Kesehatan

Kasus tabrakan yang menewaskan tiga mahasiswa, yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, oleh mobil oknum perwira Polres Palangkaraya, berinisial MH, kini kasusnya diproses sesuai aturan berlaku.

Kabid Humas Polda Kalteng kombes Hendra Rochmawan, di Mapolda, Selasa (23/4/2019), menegaskan proses hukum terhadap kasus tersebut masih dilakukan oleh pihaknya.

“Saat ini masih tahap pemeriksaan terhadap yang bersangkutan di Polres,” ucap Hendra.

Ditegaskan Hendra, untuk sementara tugas MH di Polres Palangkaraya, digantikan oleh Wakapolres dan Kapolres, karena MH, saat ini masih fokus menjalani proses hukum yang berjalan akibat kecelakaan tersebut.

“Tugasnya digantikan oleh Wakapolres dan Kapolres, karena yang bersangkutan fokus menjalani pemeriksaan dahulu,” kata Hendra.

Kecelakan terjadi pada Minggu (21/4/2019) malam tersebut, diduga karena faktor kelelahan yang dialami oleh oknum polisi tersebut setelah 3 hari kurang Istirahat melakukan pemantauan tahapan pemilu di Kota Palangkaraya.

Apalagi tugasnya di lapangan dalam mengatur pergerakan anggota dalam pengamanan.

Rasa tanggungjawab yang besar namun akibatnya secara fisik dan psikologi terganggu sehingga mengkibatkan musibah kecelakaan terjadi. Rangkaian pengamanan Pilpres dan Pileg ini sangat melelahkan dan menyita perhatian baik fisik dan psikologi oleh pihak pengamanan dan petugas.

"Faktor kelelahan itu mengakibatkan terjadinya musibah, yang sebenarnya kita juga tidak menginginkan hal ini terjadi dan kami bertanggungjawab atas kejadian tersebut,” jelas Hendra.

Meski demikian, disampaikan mantan Kapolres Palangkaraya ini, rasa empaty juga disampaikan dari pelaku dan Kapolres Palangkaraya yang juga turut memberikan bantuan dan penanganan sejak awal kepada para korban baik yang meninggal dan yang masih di rawat. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved