Kabar Gunungmas

Petani di Gunungmas Kalteng Tewas Akibat Pembantaian yang Diotaki Mertuanya Sendri, Ini Motifnya

Pembunuhan terjadi diduga diawali akibat cekcok pasangan suami istri yang kemudian berlanjut pada pertikaian antar keluarga.

Petani di Gunungmas Kalteng Tewas Akibat Pembantaian yang Diotaki Mertuanya Sendri, Ini Motifnya
Istimewa/Polres Gunungmas
Empat Pelaku pembunuhan seorang petani bernama Rudi warga RTA Milono RT 4 Kelurahan Sepang Simin. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKURUN - Rudi, petani yang tinggal di Jalan RTA Milono RT 04, Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Gunungmas, Senin (15/4/1019), tewas dengan sejumlah luka bacok dan pukulan.

Dari empat pelaku, ternyata salah satunya adalah mertuanya sendiri.

Keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, menyebut empat orang pelaku tersebut saat ini sudah diamankan di di Polres Gunungmas.

Warga Sepang Simin Gunungmas Tewas Dibantai, Cekcok Rumah Tangga Berujung Pertikaian Keluarga

Valentino Rossi Disebut Binatang Balapan di MotoGP Americas 2019 oleh Pengamat

Jadwal Game of Thrones Season 8 di HBO, Begini Cara Menontonya via Live Streaming

Mereka adalah, Tuhir odot atau Bapak Jani, Bintirman atau Bapak Lisa, Yondi atau Jono alias Bapak Niki dan Jupri, semua pelaku sudah diamankan polisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Agung Prasetyoko, mengatakan, kasus pembunuhan sadis menggunakan senjata tajam sejenis parang, tombak dan kayu balok terjadi di Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunungmas Kalimantan Tengah, Senin (15/4/2019) masih ditangani penyidik Polres Gunungmas.

Pembunuhan terjadi diduga diawali akibat cekcok pasangan suami istri yang kemudian berlanjut pada pertikaian antar keluarga. Sampai akhirnya, korban yang merupakan sang suami tewas dibantai oleh empat orang yang nenggunakan senjata tajam jenis tombak, parang dan balok kayu yang salah satunya adalah mertuanya sendiri.

Sebelum kejadian pembantaian tersebut, korban sempat marah-marah kepada istrinya, bahkan sampai mengancam ingin membunuh istrinya kemudian istrinya lapor pada bapaknya, untuk meminta perlundungan.

"Istrinya dimarahin oleh suami yang belum diketahui sebabnya kemudian istri diancam mau dibunuh oleh suaminya, kemudian lapor ke bapaknya , bapaknya emosional dan mendatangi korban bersama tiga orang membawa sajam, hingga terjadilah pembubuhan tersebut." ujarnya. Tribunkalteng.com /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved