Viral Video Ibu Aniaya Anaknya hingga Dibekap Bantal, Ini Dampak Kekerasan pada Anak

Sebuah video yang menunjukkan aksi penganiayaan seorang ibu terhadap anaknya, kembali menjadi viral viral di media sosial (medsos).

Viral Video Ibu Aniaya Anaknya hingga Dibekap Bantal, Ini Dampak Kekerasan pada Anak
Facebook Salam Waras
Viral Video Ibu Aniaya Anaknya hingga Dibekap Bantal, Ini Dampak Kekerasan pada Anak 

Penelitian juga telah menemukan bahwa ada kaitan antara kekerasan terhadap anak dengan sejumlah masalah kesehatan di kemudian hari, yang bisa mencakup sebagai berikut:

- Perkembangan otak yang terbelakang
- Ketidakseimbangan antara kemampuan sosial, emosional dan kognitif
- Gangguan berbahasa yang spesifik
- Kesulitan dalam penglihatan, bicara dan pendengaran
- Peningkatan risiko terkena penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, penyakit paru kronis, penyakit hati, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan tingginya kadar protein reaktif  C
- Kebiasaan merokok, ketergantungan alkohol (alkoholisme), dan penyalahgunaan obat-obatan

Dampak pada kesehatan mentalnya

Anak-anak yang menderita penganiayaan cenderung kurang percaya diri dan tidak percaya pada orang dewasa.

Mereka mungkin tidak bisa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, sehingga mengalami gangguan dalam mengendalikan emosi.

Semakin lama penganiayaan berlanjut, semakin serius pula dampaknya.

Dalam beberapa situasi, kesulitan ini bisa terus berlanjut sampai masa remaja bahkan dewasa.

Trauma kekerasan adalah salah satu faktor risiko dari gangguan kecemasan dan depresi kronis.

Beberapa kemungkinan efek samping kekerasan anak pada kesehatan mental mereka dapat meliputi:

- Gangguan kecemasan dan depresi
- Disosiasi (penarikan diri; isolasi)
- Kilas balik trauma (PTSD)
- sulit fokus
- sulit tidur
- gangguan makan
- Tidak nyaman dengan sentuhan fisik
- Kecenderungan melukai diri sendiri
- Usaha bunuh diri

Dampak pada kesehatan fisiknya

Mengidentifikasi dampak fisik dari kekerasan bisa menjadi sangat penting dalam mengetahui adanya penganiayaan dan mengambil langkah lebih jauh dalam melindungi anak dari kekerasan dan pengabaian. 

Tanda-tanda kekerasan pada anak lebih mudah untuk dikenali daripada jenis kekerasan lainnya, seperti pengabaian atau kekerasan emosional.

Keberadaan satu tanda kekerasan fisik terhadap anak tidak selalu berarti seorang anak menderita penganiayaan.

Namun, menyadari adanya satu tanda kekerasan pada anak bisa memberikan sinyal diperlukannya pengamatan lebih lanjut.

Beberapa tanda kekerasan fisik dapat meliputi:

- Memar, bengkak
- Keseleo atau patah tulang
- Luka bakar
- Sulit berjalan atau duduk
- Nyeri, memar atau perdarahan di area reproduktif
- penyakit menular seksual
- Kebersihan yang buruk

Ibu Dorong Siswi SD hingga Terjatuh

Sebelumnya, viral video bocah yang memakai baju SD tersebut dipaksa turun dan tasnya dibuang dari mobil warna putih yang terparkir di pinggir jalan.

Sang bocah didorong keluar bahkan sampai terjatuh, videonya viral di whatsapp (WA) dan Instagram (IG), Kamis (28/3/2019).

Aksi memprihatikan yang diduga dilakukan oleh seorang ibu kepada anaknya tampaknya membuat geram orang-orang yang menontonya.

Video viral yang diduga terjadi di Kota Malang itu menampilkan aksi seorang ibu yang menaiki mobil berwarna putih dan berplat nomor 'N' tengah mendorong seorang bocah SD untuk keluar dan tak boleh masuk ke dalam mobil.

Sang anak yang tampak kukuh agar dapat masuk ke dalam mobil, sampai harus terjatuh sembari menahan pintu mobil agar tak ditutup.

Bocah SD itu pun sampai kerudungnya acak-acakan dan terbuka lantaran perlawanan yang terus dilakukan oleh sang ibu. 

Aksi yang direkam oleh seorang warganet itu kemudian dikirim dan diunggah oleh akun gosip di Instagram.

Tak lama kemudian, ibu tersebut telah membuat video permintaan maaf dan klarifikasi

Video permintaan maaf Ibu yang mendorong bocah SD keluar dari mobil di Kota Malang itu diunggah oleh akun Instagram Humas Polres Malang Kota, @humas_polres_malang_kota, pada Jumat (29/3/2019).

Wanita tersebut meminta maaf atas viral video dugaan kekerasan anak yang dilakukan oleh dirinya

"Saya Ibu Wati terkait dengan viral video yang beredar di media sosial terkait dugaan kekerasan anak. Secara pribada saya minta maaf atas viral video tersebut," ujarnya.

Dia mengatakan insiden tersebut terjadi di Jalan Bandung, Kota Malangpada Selasa (26/3/2019) pukul 15.30 WIB.

Ia mengaku bahwa terjadi perselisihan antara dirinya dan sang anak.

"Secara spontan, reflek, dan di luar kendali saya memperlakukan putri saya dengan cara yang kurang elegan dan tidak pantas dilihat," ujarnya.

Dia mengaku bahwa tak ada niatan untuk melukai putrinya.

"Saya akui dan khilaf saat itu. Tidak ada niatan untuk menyakiti putri saya. Karenanya dari lubuk paling dalam, saya menyesal dan memohon maaf," ujar si ibu.

Menurut keterangan di video, anak tersebut tidak mau turun untuk ikut les karena tidak membawa baju ganti.

Wati kemudian meminta anak tersebut untuk turun dari mobil dan mendorongnya hingga terjatuh.

Setelah itu, sang anak meminta maaf kepada Wati karena tidak menuruti sang ibu.

Unit PPA Polres Malang Kota kemudian memberikan teguran kepada Wati dan mengimbau untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Berikut videonya:

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Viral di Facebook Video Ibu Aniaya Anak karena Tak Mau Makan, Dipukuli sampai Dibekap dengan Bantal, http://wow.tribunnews.com/2019/04/15/viral-di-facebook-video-ibu-aniaya-anak-karena-tak-mau-makan-dipukuli-sampai-dibekap-dengan-bantal?_ga=2.98837278.1863679108.1555296257-805289144.1555296257

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved