Kajian Islam

Sayang Dilewatkan, Ini Arti Nisfu Syaban dan Amalan-amalannya

Sabtu (20/4/2019) petang merupakan hari yang bertepatan dengan masuknya malam Nisfu Syaban atau tanggal 15 Syaban dalam penanggalan Hijriah.

TRIBUNKALTENG.COM - Sabtu (20/4/2019) petang merupakan hari yang bertepatan dengan masuknya malam Nisfu Syaban atau tanggal 15 Syaban dalam penanggalan Hijriah.

Apa sih keistimewaan Nisfu Syaban dalam ajaran Islam?

Penjelasan Guru Sekumpul Soal Nisfu Syaban, 7 Amalan Ini Bisa Dilakukan Sendiri atau Berjamaah

Videonya Viral, Ini Alasan Ustad Abdul Somad Nekat Temui Prabowo Jelang Pilpres 2019

VIDEO: Warga Panik Teriak Air Laut Surut, Ini Detik-detik Gempa Magnitudo 6,9 di Sulawesi Tengah

Berkenaan dengan malam Nisfu (pertengahan) Syaban ada beberapa permasalahan yang patut diketahui:

Tentang keutamaan malam ini, terdapat beberapa hadis yang menurut sebagian ulama sahih.

Diantaranya hadis A'isyah: "Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak.

Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: "Hai A'isyah engkau tidak dapat bagian?". Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. "Malam ini adalah malam nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki" (H.R. Baihaqi)

Menurut perawinya hadis ini mursal (ada rawi yang tidak sambung ke Sahabat), namun cukup kuat.

Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: "Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing." (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah).

Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A'mal (keutamaan amal).

Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Syaban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Syaban jelas mempunyai keutamaan dibandingkan dengan malam-malam lainnya.

Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil Aqsa ke arah Kabah.

Sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya'ban dengan cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur'an, berdo'a dan amal-amal salih lainnya.

Jadi, sangat disayangkan jika malam Nisfu Syaban dileatkan begitu saja tanpa diisi dengan kegiatan amaliah yang diharapkan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Niat Puasa Sya'ban

Adapun niat puasa Sya'ban jika ada yang berkenan melakukan sebagai berikut

Tata cara puasa Nisfu Sya’ban sama saja dengan puasa-puasa lainnya, yaitu mengucapkan niat di malam sebelumnya, besok subuhnya makan sahur, mulai berpuasa sejak azan subuh dan berbuka saat matahari tenggelam atau magrib.

Ada pun niat berpuasanya adalah seperti ini: nawaitu shauma syahri sya’bana sunnatan lillahi ta’ala (sengaja aku berniat puasa sunah bulan Syakban karena Allah Ta’ala).(*)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Malam Ini Malam Nisfu Sya' ban, Ini Arti Nisfu Sya'ban dan Amalan-amalannya Termasuk Niat Puasa, http://bangka.tribunnews.com/2018/04/30/malam-ini-malam-nisfu-sya-ban-ini-arti-nisfu-syaban-dan-amalan-amalannya-termasuk-niat-puasa?page=all

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved