Kabar Kalimantan

Siswi SMA Pengeroyok Siswi SMP Pontianak Minta Maaf, Jelaskan Kronologi Penganiayaan

Terduga pelaku memiliki peran berbeda. Ketiga terduga adalah E, T, dan L. Sementara D yang menjemput korban menuju rumah P.

Siswi SMA Pengeroyok Siswi SMP Pontianak Minta Maaf, Jelaskan Kronologi Penganiayaan
Tribun Pontianak / Destriadi
Tujuh remaja putri berstatus siswi SMA yang terseret dalam dugaan kasus penganiayaan remaja putri berstatus siswi SMP menyampaikan klarifikasi, di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) petang WIB. 

TRIBUNKALTENG.COM - Klarifikasi dan permintaan maaf atas kasus penganiayaan Audrey (14), siswi SMP Pontianak, disampaikan tujuh remaja putri berstatus siswi SMA.

Para siswi SMA ini menyampaikan klarifikasi dan permintaan maafnya di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) petang WIB.

Mereka didampingi Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah ( KPPAD) Kalimantan Barat (Kalbar).

Siswi SMA Pengeroyok Audrey Ditetapkan Jadi Tersangka, Ini Ancaman Hukumannya

Barcelona Menang dan Juventus Seri di Leg Pertama Perempat Final Liga Champions

Performa Manchester United Dinilai Menurun Usai Keok di Kandang Sendiri, Begini Penjelasannya

Ke tujuh orang tersebut secara bergiliran menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban serta mengaku tidak melakukan pengeroyokan, namun perkelahian dilakukan satu lawan satu.

Pelaku Utama Ada Tiga

Pelaku utama dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap siswi SMP Pontianak, diduga berjumlah tiga orang.

Ketiganya merupakan siswi dari sekolah berbeda di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

"Menurut pengakuan korban pelaku utama itu ada tiga. Ini semua anak SMA yang berada di Kota Pontianak," kata Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak, kepada Tribun.

Menurut Eka, ketiganya ini yang melakukan pemukulan terhadap korban yang mengakibatkan Au muntah kuning dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara pihaknya, terduga pelaku pengeroyokan mengarah ke tiga orang.

Terduga pelaku memiliki peran berbeda. Ketiga terduga adalah E, T, dan L. Sementara D yang menjemput korban menuju rumah P.

Kasat Reskrim Kompol Husni menjelaskan, dari rumah P, korban Au keluar menggunakan roda dua dan diikuti dua sepeda motor yang pengendaranya tidak dikenal korban.

Setelah sampai di Jalan Sulawesi, korban dicegat. Tiba-tiba dari arah belakang, terduga pelaku, T menyiram air dan menarik rambut korban sehingga terjatuh.

Setelah korban terjatuh, saudari E menginjak perut korban dan membenturkan kepala korban ke aspal. Setelah itu, korban melarikan diri bersama P menggunakan sepeda motor.

Namun korban dicegat kembali oleh saudari T dan saudari L di Taman Akcaya yang tidak jauh dari TKP pertama. 

Setelah itu, korban dipiting oleh T. Selanjutnya L menendang pada bagian perut korban.

Namun saat kejadian itu dilihat warga sekitar, sehingga pelaku melarikan diri.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, pihaknya masih terus mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan rumah sakit terkait rekam medis dari korban.

Kasat Reskrim mengatakan, setelah mendapat pengaduan orangtua korban selanjutnya dilakukan visum terhadap korban.

Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah kejadian ini.

Au menjalani serangkaian rontgen untuk pemeriksaan tengkorak kepala dan dada untuk mengetahui trauma yang diakibatkan pengeroyokan tersebut.

c
Setelah Jokowi Angkat Bicara soal Pengeroyokan Siswi SMP Audrey, 3 Siswi SMA Ditetapkan Tersangka. Cuplikan video Boomerang dari Instagram yang memperlihatkan ketiga terduga pelaku pengeroyokan siswi SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sedang berpose santai di depan polisi beredar luas di media sosial dan jejaring sosial.(dok Twitter) (dok)

Penganiaya Audrey Jelaskan Kronologis Kejadian

Dalam penyampaian klarifikasi tersebut, ketujuh pelaku menjelaskan kronologis versi mereka secara bergantian.

Mereka mengakui bahwa memang terjadi penganiayaan kepada Audrey dan meminta maaf akan hal ini, namun mereka membantah melakukan pengeroyokan.

Menurut mereka, mereka berkelahi satu lawan satu, dan terdapat tiga orang dari mereka yang berkelahi dengan Audrey, namun ditempat yang berbeda.

"Saya meminta maaf kepada Audrey, namun kami tidak melakukan pengeroyokan, kami berkelahi, Audrey pun melawan," ujar salah seorang pelaku.

Ketujuh orang ini pun menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi bukan karena masalah asmara seperti yang tersebar di media sosial.

Masalah tersebut terjadi menurut mereka dikarenakan adanya rasa tersinggu dari pelaku yang mengenal Audrey dimana orang tuanya disebut sering berutang.

Soal adanya upaya merusak kemaluan dari Audrey juga dibantah ke tujuh orang tersebut. Mereka mengutarakan hanya berkelahi dan tidak sampai melakukan hal buruk seperti yang beredar di media sosial.

Video Pengakuan Siswa SMA Penganiaya Audrey:

Hasil Visum Diungkap Polisi

Hasil visum siswi SMP Pontianak korban pengeroyokan disampaikan Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir, Rabu (10/4/2019).

Menurut Kapolresta, hasil pemeriksaan visum dikeluarkan Rumah Sakit Pro Medika Pontianak, hari ini, Rabu 10 April 2019.

M Anwar Nasir mengatakan, dari hasil visum diketahui jika tak ada bengkak di kepala korban. Kondisi mata korban juga tidak ditemukan memar. Penglihatan korban juga normal.  

Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, untuk telinga, hidung, tenggorokan (THT) tidak ditemukan darah.

"Kemudian dada tampak simetris tak ada memar atau bengkak, jantung dan paru dalam kondisi normal," katanya.

Kondisi perut korban, sesuai hasil visum tidak ditemukan memar. Bekas luka juga tidak ditemukan. "Kemudian organ dalam, tidak ada pembesaran," jelasnya.

Selanjutnya Kapolresta menyampaikan hasil visum alat kelamin korban.

Menurut Kapolresta, selaput dara tidak tampak luka robek atu memar. Anwar mengulangi pernyataannya terkait hal ini.  

"Saya ulangi, alat kelamin selaput dara tidak tampak luka robek atau memar," katanya.

Hasil visum juga menunjukkan kulit tidak ada memar, lebam ataupun bekas luka. "Hasil diagnosa dan terapi pasien, diagnosa awal depresi pasca trauma," ungkap Kapolresta.(*)

c
#JuscticeForAudrey Trending 1 Twitter Dunia, Bentuk Kepedulian Siswi SMP Pontianak yang Dikeroyok 12 Siswi SMA. (Capture Twitter) (Capture Twitter)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul BREAKING NEWS - Inilah Pengakuan 7 Siswi SMA yang Terseret Dalam Kasus Dugaan Pengeroyokan Siswi SMP, http://pontianak.tribunnews.com/2019/04/10/breaking-news-inilah-pengakuan-7-siswi-sma-yang-terseret-dalam-kasus-dugaan-pengeroyokan-siswi-smp?page=3&_ga=2.25723709.188978079.1554941268-516179014.1554941268

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved