Dua Tahun Kasus Penyiraman Novel Baswedan, Ini Pernyataan Resmi Kubu Jokowi dan Prabowo

Baik kubu Jokowi maupun Prabowo pun mengeluarkan pernyataan terkait perkambangan kasus penyerangan Novel Baswedan jelang Pilpres 2019

Dua Tahun Kasus Penyiraman Novel Baswedan, Ini Pernyataan Resmi Kubu Jokowi dan Prabowo
kompas.com
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menaiki ambulan saat akan dibawa ke RS Jakarta Eye Center dari RS Mitra Kekuarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center untuk menjalani perawatan lanjutan usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

TRIBUNKALTENG.COM - Genap dua tahun, kasus penyerangan ke penyidik KPK Novel Baswedan belum juga tuntas. Isu penyelesaian kasus makin mencuat di masa kampanye Pilpres 2019 antara Jokowi vs Prabowo

Baik kubu Jokowi maupun Prabowo pun mengeluarkan pernyataan terkait perkambangan kasus penyerangan Novel Baswedan jelang Pilpres 2019

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi meminta masyarakat melihat secara objektif mengenai kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan yang hingga genap dua tahun belum juga terungkap.

Pelaku Belum Tertangkap, Kasus Penyiraman Novel Baswedan Dibawa ke Dewan HAM PBB

Jatuh Pada 20-21 April 2019: Berikut Niat Shalat Malam dan Puasa Nisfu Syaban

Usai Terkena Stroke, Fahmi Bo Pemeran di Tukang Ojek Pengkolan Kini Keliling Jualan Kue

Johan menegaskan bahwa Presiden Jokowi sudah berbuat banyak untuk membantu Novel.

"Jangan diasumsikan Presiden tak melakukan apa-apa," kata Johan kepada Kompas.com, Kamis (11/4/2019).

Johan mengatakan, saat pertama kali mengetahui penyerangan terhadap Novel dua tahun silam, Presiden langsung memerintahkan Kapolri untuk mengusut pelakunya.

Dalam perkembangannya, Presiden juga sudah memanggil Kapolri tiga kali ke Istana untuk secara khusus membahas perkembangan kasus ini.

"Presiden concern terhadap pengungkapan kasus novel. Tidak hanya pelakunya tapi siapa dalang di balik itu, itu perintah Presiden kepada Kapolri," kata Johan.

Johan mengatakan, dalam dari tiga kali pemanggilan itu, Kapolri selalu menyatakan bahwa Polri masih sanggup untuk menuntaskan kasus ini.

Kapolri juga menyatakan ada kemajuan dari proses penyelidikan yang telah dilakukan. Oleh karena itu, Presiden tak memenuhi tuntutan Novel dan para aktivis untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF).

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved