Kalteng Kita

Petani Dapat Lahan 1 Hektare untuk Kembangkan Tanaman Perkebunan Kopi dan Coklat di Kalteng

Untuk pengembangan tanaman tersebut, ditargetkan ada seluas 200 hektare lahan perkebunan yang dimanfaatkan.

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Dinilai sangat potensial untuk dikembangkan, pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perkebunan pada 2019 ini mulai fokus dalam pengembangan penanaman tanaman kopi dan cokelat.

Untuk pengembangan tanaman tersebut, ditargetkan ada seluas 200 hektare lahan perkebunan yang dimanfaatkan.

Program tersebut disambut baik petani di Kalteng,karena dinilai, pengembangan dua jenis tanaman tersebut memang cukup potensial, namun para petani perlu belajar pengetahuan tentang penanamannya.

Kalteng Cabut 800 Ribu Hektare Izin Investasi Perkebunan

Liga Italia - Napoli Vs Genoa 1-1 dan Inter Milan Hanya Bermain Tanpa Gol

Ini Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol, Barcelona Tak Tergoyahkan di Posisi Puncak

"Siap saja tapi tentu perlu belajar untuk pengembanganya," ujar Darmawan, salah satu petani Kelurahan Kalampangan di Palangkaraya, Senin (8/4/2019).

Semetara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rawing Rambang, menjelaskan tahun 2019 ini memang ada pengembangan lahan perkebunan untuk tanaman coklat dan kopi, seluas 200 hektare yang masing-masing petani akan menggarap seluas satu hektare.

"Program ini sudah cukup bagus, ini adalah program Gubernur Kalteng, yang memberikan bantuan kepada masyarakat terkait pengembangan lahan untuk penanaman coklat dan kopi kepada petani yang masing-masing diberikan lahan untuk pengembangan pertaniab seluas satu hektare," ujarnya.

Dikatakan dia, sementara ini pengembangan lahan untuk penanaman coklat dan kopi tersebut ada di Kabupateb Kapuas, Seruyan, Barito Utara dan Gunungmas yang nantinya juga akan dikembangkan di daerah lainnya yang ada di Kalimantan Tengah.

"Untuk coklat penanaman pohon saat ini ada 2.100 sedangkan kopi 1.200," ujarnya.

Hutan Untuk Tanaman Kemasyarakatan

PEMBERDAYAAN Masyarakat untuk bercocok tanam juga dibuka oleh Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dengan memberikan kesempatan kepada warga untuk bercocok tanam, melalui program hutan kemasyarakatan yang membuka peluang manfaatkan hutan untuk kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Sri Siswanto, mengatakan, pihaknya memang ada program hutan kemasyarakatan yang memberikan peluang kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan hutan untuk ditanami tanaman termasuk kopi dan coklat yang jadi program pemerintah."Ya, hutan boleh dimanfaatkan untuk itu," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B bidang perkebunan dan kehutanan DPRD Kalteng, HM Asera, mengatakan, sangat mendukung program tersebut,sehingga kedepannya pengembangan lahan perkebunan tidak semata hanya dilakukan untuk pohon kelapa sawit saja tetapu juga tanaman lainnya yang dianggap cukup potenasial untuk di kembangkan.

"Tentu akan lebih baik untuk pengembangan tanaman tersebut, dan bagi petani sangat menjanjikan, karena saat ini memang cukup banyak penggemar minuman coklat atau kopi, dan kedepannya tentu jenis tanaman itu akan semakin diperluas penanamannya di lahan Kalimantan Tengah," ujarnya.

(Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved