Kabar Palangkaraya

Gerakan Rabu Putih, Ini yang Dilakukan GP Ansor Cabang Palangkaraya

Gerakan Rabu Putih yang disuarakan GP Ansor untuk pengawalan pemilu damai, terus digelorakan hingga ke tingkat daerah.

Gerakan Rabu Putih, Ini yang Dilakukan GP Ansor Cabang Palangkaraya
Istimewa
Rakercab GP Ansor Kota Palangkaraya, Minggu (7/4/2019) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Gerakan Rabu Putih yang disuarakan GP Ansor untuk pengawalan pemilu damai, terus digelorakan hingga ke tingkat daerah.

Di Palangkaraya, gerakan ini ditindaklanjuti oleh pengurus cabang setelah sebelumnya digelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) GP Ansor Kalteng.

"Ini kita lakukan mengingat suhu politik yang saat ini cukup panas. Kita ingin pesta demokrasi benar-benar berjalan dengan aman dan lancar. Untuk itu, kita melaksanakan Rabu Putih," ujar Ketua PC Ansor Kota Palangkaraya Akhmad Nor Slamet.

Setiap PC GP Ansor di Kalteng Diseru Gelar Rakercab, Ini Hasil Rakorwil di Palangkaraya

Minggu 7 April 2019 Hari Pertama Bulan Syaban 1440 Hijriyah, Simak Niat dan Keutamaan Puasa Sunah

Geger Pembunuhan di Handel Sinjung Kapuas Timur, Begini Kronologis dan Dugaan Motifnya

Minggu (7/4/2019). PC Ansor Kota Palangkaraya menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang dihadiri oleh sejumlah personel dan Banser. Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat PW NU Kalteng Jalan G Obos Palangkaraya.

Ketua PC GP Ansor Kota Palangkaraya mengatakan, sesuai dengan hasil rapat kerja wilayah PW GP Ansor dan rapat kerja nasional GP Ansor, pada Pemilu 2019 GP Ansor diminta untuk mengamankan pemilu, sehingga berjalan dengan aman dan aman. Ansor juga akan melaksanakan Rabu Putih dalam rangka menyukseskan pemilu damai.

Rabu putih sendiri merupakan program GP Ansor untuk mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilih dan mengawasi penggunaan masjid sebagai sarana politik praktis. Dan pengawasan masjid digunakan untuk kepentingan tertentu.

"Bukan kita memakai akai putih, tetapi ini memutihkan pikiran dan hati untuk memgawal Pemilu 2019 yang damai. Kita tidak ingin ada intimidasi terhadap masyarakat dalam menggunakan hak pilih dan dibawah tekanan dan juga money politik," tambah dia.

Ketua PW GP Ansor Kalteng Elly Saputra, pada kesemoatan itu mengatakan, Ansor Banser dan warga NU harus berperan aktif menciptakan pemilu damai. Hal itu, sesuai dengan apa yang telah dilakukan NU selama ini dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

"Berpolitik harus damai. Kita Ansor Banser satu gerakan satu komando dalam gerakan pengamanan dan menyukseskan pemilu damai. Rabu Putih harus kita gaungkan untuk menyukseskan pemilu damai. Kita harus mengawal masyarakat tidak ada beban ke TPS. Kalau ada gerakan untuk menekan dan memaka untuk memilih hal tertentu akan kita amankan," tegasnya.

Kasat Binmas Polres Palangkaraya AKP Junaldi mengatakan, Polres Palangkaraya telah menandatangani MoU dengan 60 orang takmir masjid, agar tidak menggunakan masjid dan rumah ibadah lainnya untuk kepentingan politik praktis. Sebab, jika itu dilakukan akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Namun, itu tidak mempan, sehingga masih ada beberapa yang tetap menggunakan masjid sebagai lokasi pengarahan masa dalam politik. Ini yang akan kita awasi bersama, sehingga politik kita di Kalteng, khususnya Palangkaraya aman dan damai," ucapnya.

Dikatakan, perlu dukungan semua pihak dalam menyukseskan pemilu damai. "Kalau ada pelanggaran pemilu, maka akan kita tindak tegas Sentra Gakkumdu. Waktu semakin dekat, kita mencegah agar Palangkaraya tidak ada kejadian luar biasa. Sebab, kericuhan di Palangkaraya akan berpengaruh pada dunia internasional," tambah Junaidi.

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved