Tewas Dicekik dan Diduga Bunuh Diri, Fakta Ini Terungkap Setelah Arwah Korban Datang Lewat Mimpi

Awalnya diduga bunuh diri. Namun tewasnya Ferolin Sister Djorebe (36) di Bitung, Sulawesi Utara, belakangan mengungkap adanya fakta lain.

Tewas Dicekik dan Diduga Bunuh Diri, Fakta Ini Terungkap Setelah Arwah Korban Datang Lewat Mimpi
Facebook/Tribun Manado
Ferolin yang tewas di tangan suaminya sendiri. 

TRIBUNKALTENG.COM - Awalnya diduga bunuh diri. Namun penyebab tewasnya Ferolin Sister Djorebe (36) di Bitung, Sulawesi Utara, belakangan terungkap adanya fakta lain.

Setelah kematian Ferolin, keluarga dan teman-temannya banyak mengalami hal mistis.

Dilansir dari Tribunmanado.com, awalnya Ferolin Sister Djorebe (36) diduga bunuh diri di Bitung, Sulawesi Utara, namun arwah penasarannya datang lewat mimpi keluarga hingga terungkaplah kasus pembunuhannya.

Ferolin ditemukan tewas indekos Perum Walekesia, Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kota Bitung, 6 Maret 2019 silam.

Arwah Korban Kecelakaan Datangi Ibunya, Bikin Merinding!

Mohamed Salah Cetak Rekor Gol ke-50 Kala Liverpool Vs Southampton di Pekan ke-33 Liga Inggris

Panen Padi di Sawah, 10 Petani di Mendoyo Disambar Petir, Dua Dikabarkan Meninggal Dunia

Hal mistis tersebut memperkuat banyak kejanggalan yang terjadi.

Seorang warga menyebutkan, hal mistis yang terjadi yakni keluarga dan sahabat-sahabat korban sering bermimpi tentang korban setelah kematiannya.

"Dia (korban) sering datang di mimpi, seakan-akan mau menyampaikan sesuatu. Selain mimpi, kami juga sering dengar suara tangisan perempuan. Dia kan mati penasaran, makanya kalau dibilang dia bergentayangan," ujar seorang keluarga yang enggan namanya disebutkan, Jumat (5/4/2019).

Teman kerja korban pun meminta keluarga dekat dan orang tua mantu korban atau orangtua tersangka agar jasad korban diautopsi

"Kan yang menyetujui korban tak diautopsi suaminya. Kemudian dari perusahaan dan teman-teman bicara baik ke orangtua untuk autopsi, karena korban ini sering datang di mimpi. Awalnya ayahnya ini tak mau autopsi. Namun karena ngomong dengan polisi juga banyak kejanggalan, akhirnya ayahnya bersedia diautopsi," ujarnya.

Ferolin merupakan seorang kepala meja di perusahaan ikan tempatnya bekerja tersebut.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved