Pengunggah Video Luhut Kasih Amplop ke Kiai Beri Klarifikasi, Minta Polisi Mengusut

Ia berharap, pihak kepolisian bisa mengusut warganet yang sudah menyalahgunakan video tersebut untuk memojokkan kedua belah pihak.

FB Luhut Binsar Panjaitan
Luhut Binsar Panjaitan saat menemui pengasuh pondok pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH. Zubair Muntashor, Rabu (3/4/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, BANGKALAN - Perekam video Luhut Binsar Pandjaitan menyerahkan amplop yang diduga berisi uang kepada pengasuh pondok pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, KH Zubair Muntashor, mengaku kecewa kepada warganet.

Pasalnya, video tersebut tidak dibumbui kalimat apa pun saat disebarkan melalui akun YouTube Mata-mata News.

Namun, beberapa saat setelah video tersebut diunggah, kemudian ramai dan viral di media sosial.

Luhur Utomo kepada Kompas.com, Jumat (5/4/2019) melalui saluran telepon seluler mengaku telah minta maaf kepada keluarga Pondok Pesantren Nurul Cholil karena video tersebut sudah banyak disalahgunakan oleh orang lain.

Panen Padi di Sawah, 10 Petani di Mendoyo Disambar Petir, Dua Dikabarkan Meninggal Dunia

Kalahkan Kalteng Putra, Arema FC Menanti Hasil Madura United vs Persebaya di Final Piala Presiden

Live Streaming dan Siaran Langsung MotoGP Amerika 2019! Valentino Rossi Runtuhkan Dominasi Marquez

"Awalnya video itu tidak ada kalimat yang memojokkan kiai dan Pak Luhut."

"Narasinya hanya soal kunjungan Pak Luhut saja."

"Tapi, kekejaman netizen di media sosial, sudah mengubah segalanya."

"Saya telah minta maaf kepada pihak keluarga pesantren," terang Luhur.

Menurut Luhur, video yang beredar di media sosial itu sudah diunduh dari akun YouTube Mata-mata News.

Karena semakin banyak yang menyalahgunakan video tersebut, akhirnya video itu dihapus.

Ia berharap, pihak kepolisian bisa mengusut warganet yang sudah menyalahgunakan video tersebut untuk memojokkan kedua belah pihak.

"Saya punya hubungan baik dengan keluaga pesantren Nurul Cholil."

"Tidak mungkin saya berbuat yang merugikan keluarga pengasuh."

"Namun karena kekejaman netizen, saya dan keluarga pengasuh mejadi korbannya," katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved