Tak Punya Biaya Pengobatan Suaminya, Sumiati Tawarkan Jual Ginjal

Kondisi perekonomian yang sulit membuatnya tak mampu membiayai pengobatan suaminya, sehingga Sumiati rela menjual ginjalnya.

Tak Punya Biaya Pengobatan Suaminya, Sumiati Tawarkan Jual Ginjal
KOMPAS.com/ DEAN PAHREVI
Sumiati (58), ibu paruh baya yang rela jual ginjalnya di pinggir Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi demi membiaya obat suaminya yang menderita penyakit komplikasi, Selasa (2/4/2019) 

TRIBUNKALTENG.COM - Terlihat sedang duduk lesu di pinggir Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sumiati menunjukkan karton berisi penawaran penjualan ginjalnya kepada pengendara yang lewat.

Dia mengatakan, sudah lima tahun suaminya menderita penyakit komplikasi, mulai dari jantung, gula darah, hipertensi, dan penyempitan tulang pinggang.

Kondisi per

ekonomian yang sulit membuatnya tak mampu membiayai pengobatan suaminya, sehingga Sumiati rela menjual ginjalnya.

Hidup Pas-pasan, Begini Kehidupan Ibu yang Mau Jual Ginjal Demi Belikan Anaknya Ponsel

Barcelona Hanya Mampu Bermain Seri 4-4 dengan Tuan Rumah Villareal di Liga Spanyol Pekan Ke-30

Hasil dan Klasemen Liga Inggris Pekan Ke-33, Fulham Menyusul Huddersfield Town Terdegradasi

"Suami saya sudah sakit-sakitan, paling parahnya pas dia jatuh terus ada penyempitan tulang pinggang, sekarang sudah enggak bisa kerja," kata Sumiati saat ditemui di lokasi, Selasa (2/4/2019).

Biaya obat suaminya yang semakin mahal membuat Sumiati rela menjual ginjalnya yang menawarkannya sejak 2017.

Namun, hingga kini usaha Sumiati yang rela menjual ginjalnya itu belum berhasil.

Sehari-hari, Sumiati menjadi buruh cuci dengan dibantu dua anaknya yang bekerja sebagai tukang ojek dan juga buruh cuci.

Namun, penghasilan dia dan kedua anaknya tidak cukup untuk biaya berobat suaminya yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS.

"Saya sudah enggak punya apa-apa lagi selain ginjal, saya ikhlas kalau Allah kasih jalan buat saya jual ginjal buat berobat suami. Setiap Sabtu suami harus berobat suntik penyempitan tulang pinggang (biayanya) Rp 200.000, enggak bisa di-cover sama BPJS," ujar Sumiati.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved