Kabar Kotawaringin Timur

Ratusan Kilogram Beras Disita Polres Kotim, Diduga Jenis Medium Dioplos Dalam Karung Merek Terkenal

Dalam penggerebekkan gudang beras oplosan tersebut polisi mengamankan dan memproses hukum Rudi Sajak karyawan CV. Maju Jaya Bersama.

Ratusan Kilogram Beras Disita Polres Kotim, Diduga Jenis Medium Dioplos Dalam Karung Merek Terkenal
Istimewa/Polres Kotim
Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel, saat melihat langsung gudang beras oplosan di Sampit. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Diduga dijadikan sebagai praktik curang,sebuah gudang di Jalan Manggis II Kelurahan Mentawa Baru Hilir Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, digerebek jajaran kepolisian.

Melalui Subnit Eksus Satuan Reskrim, anggota Polres Kotim, Jum'at (22/4/2019) pukul 15.30 wib membongkar praktek curang dugaan tindak pidana perkara beras oplosan merek kualitas super namun diisi beras kualitas rendah.

Gudang itu diketahui milik CV. Maju Jaya Bersama. Dalam penggerebekkan gudang beras oplosan tersebut polisi mengamankan dan memproses hukum Rudi Sajak karyawan CV. Maju Jaya Bersama.

Gudang Beras Milik Bulog Penuh,Buwas: Masa Harus Bertahan pada Impor?

Liga Inggris, Penyerang Arsenal Alexandre Lacazette Sumbang Gol Spektakuler, Berikut Videonya

Kalteng Putra Vs Arema FC Hari Ini, Berikut Catatan Kedua Tim ke Semifinal Piala Presiden 2019

Dalam kasus tersebut, polisi menyita barang bukti , beras polos tanpa merek berat 50 kg sebanyak 154 karung, satu mesin jahit karung, dua gayung plastik wrn hijau, satu botol isektisida-fumigan tablet, dua alat semprot pewangi aroma pandan, satu buah timbangan elektrik.

Kemudian, diamankan pula karung kosong merk olympic 10 kg sebanyk 93 lembar,karung kosong merek olympic 25 kg sbnyk 273 lembar, karung kosong merk Ikan Lele Super 25 kg sbnyk 140 lembar, lima karung beras merek olympic berat 10 kg dan beras kemasan 5 kg, 10 kg merek Olympic dan ikan lele super 10 kg, 25 kg.

Keterangan Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Mohmmad Rommel, Selasa (2/4/2019) menyebutkan, pihaknya mendapat info adanya praktek curang dalam penjualan beras, kemudian anggotanya melakukan pengecekan gudang CV. Maju Jaya Bersama yang dikelola Rudi Sajak.

Saat melakukan pengecekan petugas menemukan beras polos tanpa merek yang dikemas dalam karung ukuran 50 kg didatangakan dari Surabaya, beras polos dikemas kedalam karung merek Olympic dan merek ikan lele super ukuran 5 kg dan 10 kg.

"Caranya, karyawan menyiapkan sak kemasan kosong merk Olympic kemudian mengambil karung tanpa merek yang berisi beras ukuran 50 kg setelah itu karung dibuka beras dipindahkan kedalam sak bermerek Olympic dan ikan lele super yang diletakan diatas timbangan menggunakan gayung," ujarnya.

Selanjutnya, sak diisi beras sesuai yang diinginkan, karung dijahit dengan mesin jahit." Petugas bertanya ke Rudi selaku pengelola gudang dan dijelaskan yang menyuruh karyawan CV. Maju Jaya Bersama adalah Suhli dan Edi Susanto agar mengemas beras tanpa merek tersebut kedalam karung merk Olympic dan ikan lele super, kemudian dijual ke pedagang di Pasar Samuda.

"Beras itu dijual ke pedagang di Samuda bernama H Eman beralamat di Samuda dengan harga beras hasil oplosan dengan ukuran 5 kg sebesar Rp.57.500 dan ukuran 10 kg seharga Rp.95.000, sedangkan eras merek ikan lele super dijual 10 kg harga Rp 95.000," ujar Kapolres.

Rudi diamankan demikian juga dengan barang buktinya, saat polisi melakukan pemeriksaan terhadap Rudi terkait tindakan curang tersebut, Rudi memebarkan dia menyuruh karyawannya untuk melakukan pengmasan beras polos tanpa merek sebanyak 50% di campur dengan beras merk Ramos sebanyak 50% yang di kemas pada karung beras Ikan lele super dan Olympic, dengan berbagai ukuran antara lain, ukuran 5 kg, 10 kg dan 25 kg hal tersebut berdasarkan permintaan Aming pemilik CV. Maju Jaya Bersama.

Akibat perbuatannya tersebut, Rudi dikenakan Pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 139 junto pasal 84 ayat 1 UU no 13 tahun 2012 tentang pangan junto pasal 55 ke-1.Rudi saat ini di tahan di Mapolres Kotim dan masih melakukan pemanggilan terhadap Aming. (Tribunkalteng.com/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved