Wawancara Khusus: Pengakuan Pembunuh Pendeta Melinda, ''Saya Cekik Saja Lama-lama''

Sesekali mereka meringis sambil melamun saat ditanyai. Malam sebelumnya, mereka menangis meraung-raung saat dirawat di RS Bhayangkara us

TRIBUNKALTENG.COM - Nang (20) dan Hendri (18) , tersangka kasus pembunuhan pendeta muda Melinda Zidemi terancam menghadapi hukuman berat akibat tindakan biadabnya.

Dengan kursi roda, dua tersangka pembunuh pendeta muda Melinda Zidemi, Nang (20) dan hendri (18) dihadirkan saat konferensi pers kasus di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3).

Sesekali mereka meringis sambil melamun saat ditanyai. Malam sebelumnya, mereka menangis meraung-raung saat dirawat di RS Bhayangkara usai ditembak di kedua kaki.

Pembunuhan Pendeta Cantik Melinda Zidemi, Diduga Motif Benci dan Dendam

Muhtar Bangunkan Anak Istri Lalu Kabur, Kemudian Kisah Pilu Terjadi Setelah Kebakaran di Puntun

Simpang Siur, Menteri Keuangan Akhirnya Cabut Peraturan Pajak E-commerce

Usai gelar konferensi pers, Tribunsumsel.com mewawancarai secara khusus tersangka Nang.

Kali ini keterangannya tak plintat-plintut seperti video yang tersebar di media sosial.

TRIBUN : Siapa yang merencanakan pengadangan dan upaya pemerkosaan terhadap korban?

Nang : Saya yang merencanakan. Saya ajak teman saya (Hendri) meng-adang korban.

TRIBUN : Sejak kapan Anda mengenal korban?

Nang : Sejak setengah bulan yang lalu. Kami tetangga di Divisi 4.   

(Divisi 4 merupakan areal perumahan pekerja PT Persada Sawit Mas di Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Air Sugihan OKI, Sumsel. Sekitar 2 jam perjalanan lewat jalur Sungai Musi)

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved