Satgas Anti Mafia Bola Lakukan Penahanan Mantan Plt Ketum PSSI Joko Driyono, Ada 2 Alasannya

Jokdri atau Joko Driyono yang merupakan eks Ketum PSSI ditahan atas dugaan perusakan barang bukti terkait kasus pengaturan skor sepak bola.

Satgas Anti Mafia Bola Lakukan Penahanan Mantan Plt Ketum PSSI Joko Driyono, Ada 2 Alasannya
Tribunnews.com/Feri Setiawan
Joko Driyono 

TRIBUNKALTENG.COM - Penahanan dilakukan Satgas Anti Mafia Bola terhadap mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono atau Jokdri, Senin (25/3/2019) kemarin.

Jokdri atau Joko Driyono yang merupakan eks Ketum PSSI ditahan atas dugaan perusakan barang bukti terkait kasus pengaturan skor sepak bola.

"Setelah dilakukan gelar perkara, Satgas Antimafia Bola telah melakukan penahanan terhadap JD (Joko Driyono) untuk proses penyidikan selanjutnya," kata Kepala Satgas Antimafia Bola Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin malam.

Hendro menjelaskan, Jokdri diduga memerintahkan tiga orang yakni MM, MA dan AG untuk memusnahkan, memindahkan, dan merusak barang bukti terkait kasus pengaturan skor pertandingan sepaka bola antara Persibara Banjarnegara vs PS Pasuruan.

Jabatan Ketua Kosong, Gusti Randa Ditunjuk Menjadi Plt Ketua Umum PSSI

Hasil Piala Eropa 2020 - Prancis Kalahkan Islandia 4 Gol Tanpa Balas, Kylian Mbappe Cemerlang

Kumpul Kebo di Indekos, ABG 17 Tahun Masih Tetap Santai Lakukan Hubungan Intim Saat Digerebek

Menurut Hendro, tindakan Jokdri tersebut menghambat langkah Satgas dalam mengusut kasus pengaturan skor.

"Untuk mengaburkan, sehingga barang bukti yang kami butuhkan tidak ada, kami tak bisa menggali lagi pengaturan skor lain," kata Hendro.

Kuasa Hukum Jokdri, Andru Bimasetta, menyebutkan kliennya tidak sepatutnya ditahan oleh Satgas Antimafia Bola.

Ia beralasan, Jokdri tidak mungkin melarikan diri setelah dicekal ke luar negeri. Ia menambahkan, Jokdri juga tidak mungkin mengulangi tindak pidana serta merusak barang bukti karena semua barang bukti telah disita Satgas Antimafia Bola.

Andru memastikan kliennya akan tetap kooperatif dan mematuhi prosedur hukum yang berlaku dalam pengusutan kasus tersebut.

"Ya Pak Joko prinsipnya tetap kooperatif artinya tetap mengikuti prosedur dan menyerahkan seluruhnya ke kuasa hukum seperti itu," ujar Andru.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved