Fenomena Alam Equinox, Sutopo: Lebih Panas Lihat Mantan Jalan Bersama Pacar Baru

"Jadi wajar kan akhir Maret gini terasa lebih panas," imbuhnya, sambil membagikan foto bayangan dirinya di bawah terik matahari.

Fenomena Alam Equinox, Sutopo: Lebih Panas Lihat Mantan Jalan Bersama Pacar Baru
batuhan toker/Getty Images/iStockphoto
Ilustrasi - 2019 akan menjadi tahun terpanas menurut ilmuwan. 

TRIBUNKALTENG.COM - Fenomena equinox yang kini terjadi, dikomentari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Sutopo Purwo Nugroho.

"Mengapa sinar matahari terasa terik? Ini karena adanya equinox yaitu fenomena astronomi di mana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung 2x dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September," tulis Sutopo Purwo Nugroho‏ di akun Twitter @Sutopo_PN, Selasa (26/3/2019).

"Jadi wajar kan akhir Maret gini terasa lebih panas," imbuhnya, sambil membagikan foto bayangan dirinya di bawah terik matahari.

Sutopo Purwo Nugroho lantas mengaitkan fenomena equinox dengan panasnya hati saat melihat mantan jalan bergandengan bersama pacar barunya.

Waspadai dan Kenali Gejala Demensia: Lupa, Salah Meletakkan Barang sampai Kesulitan Berhitung

Detik-detik Meteor 1.360 Ton Jatuh di Laut Bering, Ledakannya 10 Kali Bom Atom Hiroshima!

Tergiur Tawaran Lowongan Kerja di Medsos, Ternyata Malah Dipekerjakan di Panti Pijat

"Panasnya equinox tak seberapa dibandingkan panas hati melihat mantan jalan bergandengan bersama pacar barunya. Ditambahkan kamu masih jomblo. Wuih panas deh! Mau equinox, mau kulminasi.... hati pasti panas membawa hehe," tulisnya.

Kemarin,  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi beredarnya berita yang menyebutkan adanya fenomena Equinox yang menyebabkan peningkatan suhu ekstrem berakibat sun stroke dan dehidrasi, sehingga perlu diluruskan.

Mulyono Rahadi Prabowo, Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan, equinox adalah salah satu fenomena astronomi, di mana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September.

Prabowo menjelaskan, saat fenomena ini berlangsung, matahari dengan bumi memiliki jarak paling dekat.

Konsekuensinya, wilayah tropis sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran matahari maksimum.

Namun begitu, lanjut Prabowo, fenomena ini tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis maupun ekstrem.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved