Kabar Dunia

Puluhan Anggota ISIS Terdesak, Keluar Terowongan dan Menyerah, Kemungkinan Masih Ada yang Sembunyi

Puluhan anggota ISIS disebut keluar dari terowongan persembunyian mereka dan menyerah kepada Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Puluhan Anggota ISIS Terdesak, Keluar Terowongan dan Menyerah, Kemungkinan Masih Ada yang Sembunyi
AFP/DELIL SOULEIMAN
Asap tebal menguar dari benteng terakhir ISIS di Desa Baghouz pada 18 Maret 2019. ISIS dilaporkan terdesak di tepi Sungai Eufrat setelah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang ditopang koalisi AS. 

TRIBUNKALTENG.COM, BAGHOUZ - Puluhan anggota ISIS disebut keluar dari terowongan persembunyian mereka dan menyerah kepada Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Ini setelah operasi militer untuk membersihkan sisa anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilancarkan di Desa Baghouz.

Diwartakan AFP, penyerahan diri itu terjadi setelah SDF mengumumkan kemenangan pasca-merebut desa yang berlokasi di timur Suriah itu pada Minggu waktu setempat (24/3/2019),

Jurnalis AFP memberitakan para tawanan yang kebanyakan pria itu keluar dari kamp sementara di Baghouz menggunakan truk pikap.

50 Potongan Kepala Wanita di Tong Sampah, Diduga Dieksekusi ISIS di Suriah

Perjuangan Personel BPBD Kapuas Padamkan Api, Nekat Tidur di Dekat Api saat Terjadi Karhutla

Mahasiswi Semester 2 IAIN Palangkaraya Ini Bakal Jadi Duta Lintas Budaya di Jerman

Beberapa dari anggota ISIS itu mengenakan kain kaftan dari wol di atas jubah gelap mereka dengan ada anggota yang berjanggut tebal.

"Mereka adalah anggota ISIS yang memutuskan keluar dari terowongan dan menyerah. Kemungkinan masih ada yang bersembunyi," ucap juru bicara SDF, Jiaker Amed.

Para pemimpin dunia menyambut baik kemenangan di Baghouz. Namun pejabat bidang luar negeri wilayah otonomi Kurdi menegaskan, anggota ISIS yang tertangkap masih bisa memberi ancaman.

"Terdapat ribuan anggota, perempuan dan anak-anak, dan berasal dari 54 negara yang masih harus diwaspadai oleh dunia," kata Abdel Karim Omar.

Dia menjelaskan jumlah itu mengalami peningkatan signifikan dalam 20 hari terakhir sejak operasi merebut Baghouz dilaksanakan. Belum lagi ancaman yang ditimbulkan sel tidur (sleeper cell) ISIS.

Karena itu, SDF telah menyatakan bakal memulai fase kedua. Komandan tertinggi SDF, Mazloum Kobane, dalam pidato upacara deklarasi kemenangan menuturkan, mereka bakal menargetkan sel tidur tersebut.

ISIS yang diserang baik oleh Suriah maupun Irak telah berubah dari pasukan teritorial menjadi kelompok kecil yang melakukan serangan hit-and-run.

"Sel tidur mereka (ISIS) merupakan ancaman terbesar bagi kawasan ini maupun dunia," kata Kobane dalam upacara di ladang minyak Al Omar.

Adapun dukungan terbesar SDF berasal dari koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) yang memberi bantuan udara maupun pelatihan tempur. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved