Kabar Kapuas

Identitas Mayat Mengapung di Sungai Mantarat Kapuas Hulu Bernama Ari, Polisi Selidiki Kematiannya

Kepolisian telah mengetahui identitas mayat mengapung, yakni Ari (20) warga Desa Kotabaru, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas.

Identitas  Mayat Mengapung di Sungai Mantarat Kapuas Hulu Bernama Ari, Polisi Selidiki Kematiannya
(istimewa/Polsek Kapuas Hulu)
Polisi saat mengevakuasi mayat mengapung di Sungai Mantarat pada 18 Maret 2019. 

TRIBUNKALTENG.COM, KAPUAS - Jajaran Polsek Kapuas Hulu masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian lelaki yang ditemukan mengapung di Sungai Mantarat Desa Hurung Tampang, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas pada 18 Maret 2019.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Kapuas Hulu, Ipda Bimasa Zebua terkait perkembangan kasus penemuan mayat tersebut, Kamis (21/03/2019).

"Untuk penyebab korban meninggal belum diketahui, karena masih menunggu hasil visum tim medis," ungkap Bimasa.

Bawa Lari dan Setubuhi Anak di Bawah Umur, Warga Timpah Ini Dijebloskan ke Penjara

Hari Jadi ke-213 Kota Kuala Kapuas dan HUT ke-68 Pemkab Kapuas Diwarnai Ritual Adat Dayak

Paling Ditakuti di Selandia Baru, Geng Motor Ini Berjanji Jaga Mesjid Selama Muslim Salat Jumat

Pihak kepolisian pun telah mengetahui identitas korban, yakni Ari (20) warga Desa Kotabaru, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas.

Keseharian, lelaki itu bekerja di tambang tradisional di wilayah Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas.

Kapolsek pun menjelaskan kronologis temuan mayat itu terjadi pada tanggal 18 Maret 2019.

Polisi mengevakuasi mayat mengapung di Sungai Mantarat.
Polisi mengevakuasi mayat mengapung di Sungai Mantarat. ((istimewa/Polsek Kapuas Hulu))

Berawal dari seorang warga bernama Joni yang sedang memancing melewati pinggir Sungai Mantarat.

Saat itu saksi mencium bau busuk kemudian saksi mencari asal bau busuk tersebut sambil duduk di pinggir sungai.

"Hingga melihat sesosok mayat yang terapung di pinggir sungai dengan posisi telungkup," lontarnya.

Setelahnya, saksi pun lari ke Kampung Hurung Tampang untuk memberitahukan kepada kepala desa dan warga terkait apa yang ditemukannya.

Lahirkan Enam Bayi Kembar dalam Waktu Kurang dari 10 Menit, Wanita Ini Dapat Gelar Juara Dunia

Survei Litbang Kompas: Prabowo Gerogoti Kandang Banteng, Jokowi Menguat di Jabar-Banten

Setelah mendapatkan informasi dari saksi tersebut kemudian Kepala Desa menghubungi petugas Polsek.

Polisi pun langsung melakukan olah TKP dan jenazah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

"Untuk kasus ini masih kami dalami lagi sembari menunggu hasil visum atau autopsi, untuk memastikan apakah ada tanda kekerasan atau tidak," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/fadly setia rahman)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved