Kajian Islam

Masih Ada Utang Puasa Ramadan? Ini Niat Puasa Qadha Ramadhan Serta Tata Caranya

Jika kamu yang masih memiliki 'hutang' puasa di Ramadhan tahun lalu hendaknya segera membayarkannya sebanyak hari puasa yang ditinggalkan lewat puasa

google.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Kurang dari dua bulan, umat muslim akan kembali melaksanakan ibadah wajib puasa Ramadhan.

Hari ini, Rabu (20/3/2019) sudah memasuki bulan Rajab 1440 Hijriyah hari ke-12 yang artinya sebentar lagi bulan Ramadhan akan segera tiba.

 Jika kamu yang masih memiliki 'hutang' puasa di Ramadhan tahun lalu hendaknya segera membayarkannya sebanyak hari puasa yang ditinggalkan lewat puasa Qadha.

Dilansir nu.or.id, “Qadha'” adalah bentuk masdar dari kata dasar “qadhaa”, yang artinya; memenuhi atau melaksanakan.

Qadha Puasa Ramadan yang Tertinggal, Ini Doa Buka Puasanya Dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

KM Muara Sumber Tenggelam di Sungai Barito, Bawa Barang dari Kalteng

Adapun menurut istilah dalam Ilmu Fiqh, qadha dimaksudkan sebagai pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh Syariat Islam.

Misalnya, qadha puasa Ramadhan yang berarti puasa Ramadhan itu dilaksanakan sesudah bulan Ramadhan.

Wajibkah Qadha' Puasa Dilaksanakan Secara Berurutan?

Qadha' puasa Ramadhan, wajib dilaksanakan sebanyak hari yang telah ditinggalkan, sebagaimana termaktub dalam Al-Baqarah ayat 184. Dan tidak ada ketentuan lain mengenai tata cara qadha' selain dalam ayat tersebut.

Adapun mengenai wajib tidaknya atau qadha puasa dilakukan secara berurutan, ada dua pendapat. Pendapat pertama, menyatakan bahwa jika hari puasa yang di­tinggalkannya berurutan, maka qadha harus dilaksanakan secara berurutan pula, lantaran qadha' merupakan pengganti puasa yang telah ditinggalkan, sehingga wajib dilakukan secara sepadan.

Pendapat kedua, menyatakan bahwa pelaksanaan qadha puasa tidak harus dilakukan secara berurutan, lantaran tidak ada satu­pun dalil yang menyatakan qadha puasa harus berurutan.

Sementara Al-Baqarah ayat 184 hanya menegaskan bahwa qadha' puasa, wajib dilaksanakan sebanyak jumlah hari yang telah ditinggalkan.

Selain itu, pendapat ini didukung oleh pernyataan dari sebuah hadits yang sharih jelas dan tegas.

Sabda Rasulullah SAW:

قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإنْ شَاءَ تَابَعَ

"Qadha' (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan. " (HR. Daruquthni, dari Ibnu 'Umar)

Dari kedua pendapat tersebut di atas, NU lebih cendong kepada pendapat terakhir, lantaran didukung oleh hadits yang sharih.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved