Ruangan Menteri Agama Disegel, Ini 7 Fakta Ketua Umum PPP Romahurmuziy Terjaring OTT oleh KPK

Tujuh fakta itu mulai dari sampai di KPK hingga pernah menyorot Aa Gym dan Ustadz Abdul Somad (UAS) soal netralitas di Pemilu 2019.

Tribunnews.com/ Ferdinand Waskita
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. 

13. Herdiyanto Prabowo (pengamanan)

4. Petugas KPK datangai Rumah Romi

Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya empat petugas KPK masuk ke rumah Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, di Jalan Batu Ampar III no 4, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019) malam.

Gerbang depan rumah M Romahurmuziy akhirnya dibuka setelah terjadi pembicaraan cukup alot.

Proses lobi cukup alot antara penghuni rumah M Romahurmuziy dengan Ketua RT setempat.

Hingga akhirnya, keempat petugas tersebut masuk satu per satu.

Gerbang rumah M Romahurmuzy atau Rommy yang berwarna cokelat dibuka meski tidak sepenuhnya.

"Saya jamin enggak ada yang masuk selain kami dan Pak RT," kata petugas KPK kepada yang membukakan pintu gerbang.

Tampak dua orang laki-laki berada di balik gerbang rumah M Romahurmuziy berdiri bersender pada gerbang yang tertutup di sebelahnya.

Menurut keterangan seorang warga, salah satu dari yang yang membukakan pintu tersebut adalah Heri, orang yang dipanggil Ketua RT untuk membukakan pintu.

"Dia satpam rumahnya Pak Rommy," kata warga tersebut.

5. Ruangan Menteri Agama Disegel

Dikutip dari Kompas.com, KPK menyegel dua ruangan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

Salah satu ruangan yang disegel adalah ruang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki mengatakan, pintu ruang kerja Lukman Hakim disegel dengan garis KPK berwarna merah.

"Pintu ruangan diberi tanda segel berwarna merah," ujar Matsuki saat dikonfirmasi, Jumat malam.

Selain ruang menteri, petugas KPK juga menyegel ruang kerja Sekretaris Jenderal Kemenag M Nur Kholis Setiawan.

Sama seperti ruang menteri, ruangan Nur Kholis juga diberi garis KPK.

Menurut Mastuki, petugas KPK datang saat karyawan dan pegawai sudah tidak berada di kantor.

Sebab, jam kerja karyawan hanya sampai pukul 17.30 WIB.

Namun, petugas KPK yang datang berkoordinasi dengan petugas keamanan Kemenag dan meminta izin untuk mendatangi ruangan yang akan disegel.

6. Punya Masalah dengan Aa Gym

Beberapa hari sebelum ditangkap, Romahurmuziy alias Romy sempat jadi sorotan lantaran dirinya disebut memaksa dai kodang Aa Gym dan Ustadz Abdul Somad untuk netral di Pilpres 2019.

Dai kondang Ustadz Abdullah Gymnastiar atau yang kerap disapa Aa Gym menanggapi pernyataan Romahurmuziy.

Hal tersebut diungkapkan Aa Gym melalui channel YouTube miliknya, Aagym Official, Sabtu (9/3/2019).

Selain menjawab tudingan dari Romi kepada dirinya, Aa Gym juga menjawab tudingan yang sama yang ditujukan ke Ustadz Abdul Somad (UAS).

"Dari kemarin saya mendapatkan broadcast (pesan berantai) tentang pernyataan Pak Romy dan barusan juga dapat videonya, tapi saya belum tabayyun (mencari kejelasan)," ujar Aa Gym.

Dalam pernyataan, Romi meminta pada UAS agar bersikap netral saja jika tidak bergabung merapat ke salah satu kubu pasangan Capres - Cawapres pada Pilpres 2019.

"Pak Romi dari pimpinan salah satu partai Islam itu mendekati UAS bahwa kalau tidak bergabung maka bersikap netral dan sudah pernah mendekati Aa ( Aa Gym). Berbicara dengan Aa Gym supaya bisa netral dalam Pemilu. Kalau tidak gabung netrallah dan sekarang katanya Aa Gym sudah berubah di postingan-nya," ujar Aa Gym menirukan pernyataan Romi.

"Satu saya belum ber-tabayyun pada beliau, apakah beliau berkata ini atau tidak. Semoga beliau tidak berkata begitu karena kalau berkata begitu, berarti bohong," katanya menambahkan.

Pendakwah ini mengatakan selama masa Pilpres, Aa Gym belum pernah berkomunikasi dengan Romi sehingga tidak pernah ada pembicaraan soal dukungan.

"Saya tidak berkomunikasi selama Pilpres, sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu, karena itu tidak benar pernyataannya," ujar Aa Gym.

"Saya sebagai warga Indonesia tidak netral karena saya punya pilihan dalam pasangan capres ini," ujarnya melanjutkan.

"Saya punya pilihan, tetapi sebagai mubaligh (ahli agama) melihat kondisi Pilpres seperti saat ini, maka Aa lebih menempatkan diri berusaha mengajak umat Islam dan masyarakat Indonesia dalam menjalankan Pilpres ini lebih damai, lebih sejuk, dan bersih serta adil," katanya menjelaskan.

Ia menegaskan, pernyataannya tersebut dibuatnya atas inisiatif sendiri dan tak ada tekanan dari pihak manapun.

"Ini dilakukan bukan karena imbauan, atau ancaman, atau tekanan dari pihak manapun, ini datang dari hati nurani karena sedih melihat umat seperti bertengkar," kata Aa Gym.

"Apalagi melihat ulama berbeda pendapat dengan tajam itu lebih menyedihkan lagi, sehingga mengambil posisi mudah-mudahan lebih bisa membantu umat membawa ukhuwah."

"Semoga pernyataan ini bisa menjadi klarifikasi bahwa saya tidak pernah dihubungi atau bertemu beliau kaitannya dengan Pilpres ini dan tidak pernah menyampaikan hal-hal yang seperti disampaikan beliau."

"Posisi yang saya ambil saya tidak netral sebagai warga negara, tapi sebagai mubaligh memilih mengajak masyakakat dan umat agar tetap akur, jangan sampai menuhankan pilpres ini," tambahnya.

7. Bermasalah dengan Ustadz Abdul Somad, Ini Kata UAS

Sementara, UAS dalam sejumlah ceramahnya meminta agar umat Islam jangan golput dan tidak diam saja dalam politik.

Ustadz Abdul Somad juga secara tegas menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah sebut nomor, tidak pernah sebut nama, tidak pernah sebut orang, tapi umat Islam sudah cerdas.

"Hindari money politics karena meski itu dilakukan, tidak akan efektif, umat sudah cerdas, jangan coblos orangnya," katanya melalui video.

Terkait dengan pilihan umat Islam di tahun 2019, Ustadz Abdul Somad menjelaskan agar umat Islam jangan sampai golput tidak menggunakan hak pilihnya.

"Gunakan hak pilih untuk menolong orang baik. Jangan sampai yang jadi nanti adalah yang sebaliknya, maka gunakan hak pilih Anda," katanya.

Ustadz Abdul Somad secara khusus memberikan catatan pada kalangan ulama yang menjual agama untuk kehidupan dunia yang sesaat.

"Mereka yang menjual agama dalam perniagaan kepada pemimpin-pemimpin karena mereka adalah orang yang berilmu," katanya.

Secara khusus, Ustadz Abdul Somad, dikutip Warta Kota, memberikan pandangannya pada tokoh yang harus diikuti umat Islam.

"Ikutilah ulama yang paling dibenci orang kafir dan munafik, hari ini, yang dibenci orang kafir dan munafik adalah cucu Rasulullah SAW, Habib Rizieq Shihab," katanya.

Dalam ceramahnya itu, Ustadz Abdul Somad dengan ilmunya kemudian mengutip keterangan Ali Bin Abi Thalib yang termasyhur.

"Sayidina Ali Bin Abi Thalib menyatakan, yang aku khawatirkan dari umat bukan haq dan batil karena dari dulu, yang haq dan batil, selalu ada," katanya.

"Ada Habil, ada Kabil. Ada Ibrahim, ada Namruz. Ada Musa, ada Firaun. Ada Muhammad SAW, ada Abu Lahab, yang aku khawatirkan bukan itu, kata Sayidina Ali."

Habil dan Kabil adalah anak Nabi Adam AS, yang menjadi simbol kebaikan (Habil) dan kejahatan (Habil).

Kabil membunuh Habil dengan cara yang keji dan kisahnya itu sangat dikenal oleh orang banyak.

Demikian juga kisah-kisah tentang haq (kebaikan) dan batil (kejahatan) yang lainnya. 

"Jadi, kata Sayidina Ali, yang aku khawatirkan bukan haq dan batil, tapi orang yang baik diam, sehingga yang salah merasa benar."

"Karena itu, kalau kalian punya senjata, senjata kalian bukan tombak, bukan senapan, tapi cyber army, yang pandai buat meme, yang pandai buat video pendek, gunakan keahlian kalian, serang untuk menyelamatkan orang banyak," kata Ustadz Abdul Somad.

Ustadz Abdul Somad dinilai punya pengaruh besar pada loyalitas suara umat Islam untuk mengikuti pilihan politiknya.

Pilihan politik Ustadz Abdul Somad itu kelihatannya memang tidak bisa diubah, sehingga terdapat upaya untuk membuatnya netral.

Ustadz Abdul Somad menjadi korban tatkala ceramahnya di sejumlah lokasi dihadang.

"Tidak apa-apa diusir-usir, tapi video share dan like," katanya.

Ceramah yang dilakukan Ustadz Abdul Somad memang selalu dipenuhi oleh masyarakat dari berbagai penjuru.

Sebagaimana diungkap oleh riset yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Mereka menyebutkan, UAS dan Aa Gym alias Abdullah Gymnastiar adalah dua orang tokoh masuk dalam daftar tokoh agama yang imbauannya paling didengar oleh pemilih.

UAS menempati peringkat teratas dengan tingkat elektoral 30,2 persen.

“Elektoral yang tercatat mendengarkan ujaran Ustadz Abdul Somad mencapai 30,2 persen,” kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama M, dalam konferensi pers pada 14 Oktober 2018 lalu. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul 7 FAKTA Ketua Umum PPP Romahurmuziy Terjaring OTT oleh KPK, Pernah Menyorot UAS dan Aa Gym, http://pekanbaru.tribunnews.com/2019/03/16/7-fakta-ketua-umum-ppp-romahurmuziy-terjaring-ott-oleh-kpk-pernah-menyorot-uas-dan-aa-gym?page=all

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved