Kabar Kalsel

Mahasiswa ini Lakukan Penipuan Online Shop di Tanah Laut, Begini Akibatnya Saat Polisi Membekuknya

Dedi tertunduk malu atas perbuatannya. Mahasiswa Unhas Makassar ini harus rela mendekam dalam tahanan Polres Tanahlaut akibat perbuatannya.

Mahasiswa ini Lakukan Penipuan Online Shop di Tanah Laut, Begini Akibatnya Saat Polisi Membekuknya
(banjarmasinpost Group/Milna Sari)
Tiga tersangka penipuan online shop berhasil dibekuk jajaran Polres Tanah Laut. 

TRIBUNKALTENG, Pelaihari - Dedi tertunduk malu atas perbuatannya. Mahasiswa Unhas Makassar  ini harus rela mendekam dalam tahanan Polres Tanahlaut akibat perbuatannya.

Ia bersama dua rekannya Harjuna dan Yogi yang juga sama-sama dari Makassar harus pasrah tinggal di jeruji besi di Tanahlaut lantaran melakukan penipuan transaksi elektronik atau online shop.

Ketiganya yang tergabung dalam jaringan penipuan online atau sobiz dari Sidrap Sulsel berhasil diringkus Polres Tanahlaut bersama Polrestabes Makassar dan Polres Sidrap atas laporan korban dari Tanahlaut, Hapipah.

Luna Maya Pulang Umrah, Berikut Deretan Artis Doakan Mantan Ariel Noah

Andi Arief Rahasiakan Sosok Perempuan Berinisial L

Tongkang Batubara Hantam Kapal dan Kelotok di DAS Barito, Ini Pengakuan Nahkoda Tugboat

Dedi yang masih berstatus mahasiswa diketahui menjual kartu ATM kepada jaringan sobiz dari rekan-rekan sesama mahasiswanya dan teman-temannya. Ia mengaku kepada teman mahasiswanya membeli kartu ATM untuk judi online.

Kartu ATM dibeli dari harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
"Isinya nol rupiah ATMnya, paling banyak Rp 50 ribu," sebutnya saat ditemui di Polres Tanahlaut, Rabu (6/3/2019).

Dari penangkapan Dedi, Polres Tanahlaut selanjutnya berhasil menjaring jaringan penipuan online Sidrap yang menipu korban dari Tanahlaut Hapipah.

Pelaku Harjuna yang memakai akun Facebook palsu atas nama Lina Marlina dan menggunakan identitas KTA TNI atas nama Sukriyanto berdinas di Samarinda berhasil menipu korban sebanyak Rp 30,7 juta dengan pembayaran transfer beberapa kali.

Sedangkan Yogi berperan sebagai petugas bea cukai yang juga mendapatkan transferan sebanyak Rp 3 juta.

"Ketiga pelaku jaringan Sidrap ini merupakan pemain sobiz dengan korban tersebar di pulau Jawa, Sumatera, sampai Kalimantan yang menyebabkan kerugian sampai ratusan juta," terang Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Darmawan.

Dari penangkapan ketiga pelaku gabungan Polres Tanahlaut bersama Polrestabes Makassar dan Polres Sidrap berhasil mengamankan barang bukti lima lembar bukti transfer sebanyak Rp 30, 7 juta, akun fiktif Lina Marlina, kartu tanda prajurit TNI, dua gelang emas, tujuh bungkur kartu perdana, dua ATM, satu kartu kredit dan smartphone.

Satu Anggota TNI vs 2 Polisi Baku Hantam di Nias, Selesai Secara Kekeluargaan

Boleh Pulang, Hari Ini Andi Arief Akan Jalani Proses Rehabilitasi

Tambah AKBP Sentot ia mengimbau agar masyarakat yang pernah merasa tertipu dengan akun Facebook Lina Marlina bisa melapor ke Polres Tanahlaut. Sedangkan masyarakat yang belum pernah tertipu sobiz ia meminta agar berhati-hati dalam berbelanja online.

"Jangan tertipu dengan harga murah, dan pilih aplikasi yang terpercaya," tegasnya.

Selain berhasil mengungkap kasus sobiz jaringan Sidrap, Polres Tanahlaut juga berhasil mengamankan empat tersangka kasus narkotika dari empat kasus dan mengamankan 88,31 gram sabu dari pelaku.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved