Peluang Usaha

Produk Rumahan Warga Palangkaraya Tembus Pasaran Hongkong, Ini yang Dilakukan Rina ke IRT

Kreasi dengan pengembangan model hasil karya sendiri yang dilakukannya selama ini ternyata banyak diminati warga lokal maupun pendatang yang suka deng

Produk Rumahan Warga Palangkaraya Tembus Pasaran Hongkong, Ini yang Dilakukan Rina ke IRT
Tribunkalteng.com/faturahman
Rina, seorang pengrajin perhiasan industri rumahan di Palangkaraya, Kalteng, saat membuat jewelri hasil karyanya di rumahnya di Jalan Ahmad Yani Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Tidak semua pengrajin di Kalimantan Tengah yang bisa memasarkan hasil karya industri rumahannya tembus hingga ke luar negeri. Apalagi, pembuatannya hanya dilakukan secara tradisional tanpa menggunakan peralatan atau mesin canggih.

Namun yang dilakukan oleh Ibu Rinawati Saderi, warga yang tinggal di Kompleks Pasar Flamboyan, merupakan pengrajin jewelry atau perhiasan kalung, gelang dan lainnya yang terbuat dari bahan batu alam atau batu akik lokal yang didapatkan di Kalteng dipadukan dengan bahan-bahan ini ternyata mampu tembus hingga ke pasaran Asia.

Rina hanyalah seorang ibu rumah tangga yang dulunya sempat menjadi jurnalis di Kota Palangkaraya. Namun setelahnya lebih memilih berkarya sendiri dengan menekuni bidang pembuatan hiasan batu akik, dan batu alam lainnya untuk dibentuk menjadi cincin, kalung, gelang dan bahan hiasan lainnya yang dibuatnya dengan bakat alamiah saja.

Tak Berharga, Uang Kertas di Negara Ini Malah Laku Jika Dijadikan Kerajinan Tangan

Timnas Indonesia U-22 Juara Piala AFF 2019 Bakal Dapat Bonus Sebesar 2,1 Miliar

Kreasi dengan pengembangan model hasil karya sendiri yang dilakukannya selama ini ternyata banyak diminati warga lokal maupun pendatang yang suka dengan hiasan tersebut.

Bahkan hasil karya warga Palangkaraya ini, disukai pecinta jewelri di Hongkong maupun Jepang yang selama ini merupakan negara tempat promosi hasil karyanya.

Dalam memasarkan karyanya hingga ke luar negeri Rina dibantu perkumpulan atau asosiasi jewelri yang ada di Jakarta.

"Alhamdulillah melalui asosiasi tersebut, hasil kerajinan tangan milik saya sudah beberapa kali tembus ke Hongkong dan juga akan datang dipasarkan ke Jepang juga Eropa ke depannya." ujarnya, Selasa (26/2/2019).

Dikatakan di luar negeri ternyata produk jewelry buatannya sangat diminati, karena harganya relatif murah namun berkelas serta banyak variasimya, sehingga pecinta perhiasan di luar negeri juga ada yang pesan kepadanya.

"Ini tentu juga membawa nama baik Kalteng, karena hasil kerajinan buatan lokal Kalteng diminati di luar negeri," ujarnya.

Rina juga mengaku, ilmu yang didapatnya tersebut juga dibagikan kepada tetangganya ibu rumah tangga (IRT) yang ada di kawasan Flamboyan dan lainnya.

Banyak ibu-ibu yang datang belajar membuat jewelry dan akhirnya mereka juga membuatnya sendiri dengan kreasi sendiri sehingga bisa menghasilkan uang tambahan.

"Saya sering juga buat sendiri dan jualan lumayan dapat penghasilan juga," ujar Ririn, salah satu warga Flamboyan, Ibu rumah tangga, yang dapat manfaat dari belajar membuat jewelry bersama Rina.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia, Palangkaraya, Wuryanto, mengatakan, pihaknya juga terus mengembangkan usaha UMKM di Palangkaraya agar terus maju dan berkembang dengan cara memberikan modal usaha dan promosi hasil kerajinannya.

"Kami gelar promosi dengan membuka pameran untuk UMKM di Kalteng yang digelar lokal hingga luar daerah," ujarnya. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved