Boneka Santet dari Kafan Tertangkap, Ditodong Celurit Malah Melompat, Begini Penampakannya

Boneka santet tersebut di tangkap oleh Basriyanto salah satu warga setempat pada Kamis (22/2/2019) sekitar pukul 03.00 WIB pagi.

Editor: Mustain Khaitami
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Warga Pamekasan, Basriyanto, saat memegang boneka santet yang berhasil ia tangkap di samping rumahnya, Jumat (22/2/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, PAMEKASAN - Penangkapan boneka santet yang bisa berjalan dan melompat di tanah menggegerkan warga Dusun Jakjak, Desa Bulay, Kecamatan Galis, Pamekasan, Jawa Timur.

Boneka santet tersebut di tangkap oleh Basriyanto salah satu warga setempat pada Kamis (22/2/2019) sekitar pukul 03.00 WIB pagi.

Saat ditemui Tribunmadura.com (grup surya.co.id) Basriyanto membenarkan penangkapan boneka santet tersebut. Basriyanto mengatakan, boneka santet tersebut ia tangkap di samping rumahnya tepat di jalan setapak sawah.

Kisah Ketika Nabi Muhammad Diracuni dan Disantet, Ini yang Terjadi

Satelit Broadband Pertama Indonesia, Ini 6 Fakta Satelit Nusantara 1 yang Baru Diluncurkan

Ditangkapnya boneka santet tersebut, kata Basriyanto, bermula saat dirinya sedang begadang di depan rumahnya sembari bermain handphone.

"Tiba-tiba terdengar suara seperti orang sedang memanggil 'kak' 'kak' 'kak' sebanyak tiga kali. Pada malam itu juga bulu kuduk saya merinding. Saya mengira yang aneh-aneh sudah, pasti hantu," kata Basriyanto.

Adanya suara yang seperti orang memanggil tersebut, Basriyanto justru tidak menghiraukan, malah dirinya kembali bermain handphone.

Berselang beberapa menit. Pintu mobil Carry milik Basriyanto yang di parkir di depan rumahnya, tiba-tiba terdengar suara seperti orang yang sedang menggedor pintu mobilnya.

Basriyanto kembali tidak menggubris suara tersebut.

Saat Basriyanto ingin mendengarkan musik menggunakan headset, suara gedoran pada pintu mobilnya tersebut terdengar lagi dan justru semakin keras suaranya.

Sontak Basriyanto terkejut dan langsung masuk ke dalam rumahnya mengambil senter dan celurit. Lalu berjalan menuju pintu mobilnya.

Basriyanto menyangka suara gedoran pada pintu mobilnya tersebut adalah maling yang sedang ingin mencuri mobilnya.

Saat Basriyanto sudah bersiap ingin menodongkan celuritnya sembari menyenter bagian pintu mobilnya, tiba-tiba terlihat bayangan yang sedang melompat-lompat keluar dari bawah mobilnya lalu menuju ke arah sawah yang berada tepat di samping rumahnya.

"Saya tidak menyangka awalnya kalau benda ini adalah boneka santet, saya kira anak kucing, soalnya bisa berjalan. Saya ikuti terus kemana dia melompat," terang Basriyanto.

Menurut pengakuan Basriyanto, saat dirinya ingin mengikuti gerak lompatan boneka santet tersebut, tubuhnya gemetar, antara berani dan tidak.

"Tapi tetap saya memberanikan diri. Saya pelan-pelan waktu mengikuti boneka santet tersebut saat melompat. Berhubung boneka tersebut mau melompat ke arah sawah, akhirnya saya memutuskan diri untuk tidak mengejarnya lagi. Saya tengkurep di dekat kamar mandi saya sembari memantau kemana larinya boneka santet tersebut," jelas Basriyanto.

Anehnya saat Basriyanto tengkurep, boneka santet tersebut kembali lagi menuju ke halaman rumahnya tapi bukan melompat, justru boneka santet tersebut berjalan.

Basriyanto membuka kopyah hitam yang dipakainya lalu mengarahkan ke boneka santet tersebut.

"Justru di sinilah tidak masuk akal, boneka santet tersebut langsung masuk ke kopyah saya. Langsung saya tutup. Berhubung saya masih ada rasa takut juga dan takut melompat ke mata saya yang bisa membuat saya buta, akhirnya saya buka pelan-pelan kopyah saya dan mengambil langsung boneka santet tersebut. Ternyata tidak bergerak," ujar Basriyanto.

Namun anehnya, saat Basriyanto membawa boneka tersebut kedalam rumahnya lalu menutup kembali dengan kopyah hitamnya, boneka santet tersebut mengeluarkan suara layaknya orang memanggil.

"Suaranya begini, 'Gher' Gher' Gher' kayak orang dengkur. Dan posisi hadapnya juga berganti yang semula saya letakkan sebelah timur bagian kepalanya justru pindah, kepalanya ada di bagian utara," terangnya.

Sejak tertangkapnya boneka santet tersebut, Basriyanto mengaku, warga sekitar rumahnya berbondong-bondong untuk melihat boneka santet tersebut.

"Dari pagi tadi sejak saya dari pasar, banyak warga yang menunggu saya untuk melihat boneka ini, sampai saya mau Jum'atan. Kurang lebih sekitar delapan puluh orang lebih. Ada yang ngefoto dan ada juga yang ngevideo," jelas Basriyanto.

Anehnya lagi, kata Basriyanto, boneka santet yang semula ia tangkap dalam keadaan putih bersih, justru saat ini berubah warna seperti ada bercakan darah.

"Ya kata sesepuh di sini, katanya boneka ini adalah boneka santet atau masyarakat di sini biasa menyebutnya kotekah. Kalau saya lihat, kainnya ini adalah kain kafan," terang Basriyanto.

Sampai saat ini di rumah Basriyanto selalu didatangi warga setempat yang penasaran ingin melihat boneka tersebut.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Warga Pamekasan 'Tangkap' Boneka Santet dari Kafan, Ditodong Celurit Malah Melompat. Penampakannya, http://surabaya.tribunnews.com/2019/02/23/warga-pamekasan-tangkap-boneka-santet-dari-kafan-ditodong-celurit-malah-melompat-penampakannya?page=all

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved