Siswa Aniaya Petugas Kebersihan Sekolah, Orangtua Malah Ikut Menghajar, Videonya Viral

Sebanyak lima siswa yang kemudian disebut pelaku mengejek korban dengan kalimat yang kurang sopan.

Siswa Aniaya Petugas Kebersihan Sekolah, Orangtua Malah Ikut Menghajar, Videonya Viral
Kolase Instagram @YuniRusmini
Viral video siswa mengianiaya petugas kebersihan sekolah hingga pelipisnya robek. Ironisnya, orang tua siswa membantu pengeroyokan itu. 

Padahal, siswa yang melanggar tata tertib bisa diberikan sanksi sesuai ketentuan tata tertib sekolah.

Sepanjang ketentuan tatatertib sekolah sudah berdasarkan kesepakatan bersama, sudah disosialisasikan dan tidak melanggar peraturan perundangan yang berlaku di negeri, maka sekolah dapat menerapkannya.

Siswa yang bersalah haruslah dididik untuk belajar dari kesalahan dan diberikan kesempatan memperbaiki diri.

KPAI mendorong Dinas-dinas Pendidikan, Kemdikbud dan Kemenag untuk mensosialisasikan secara massif UU RI No. 35/2014 tentang Perlindungan dan UU RI No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen.

2. Untuk kasus siswa yang merokok di kelas dan menantang guru, seharusnya tidak selesai begitu saja setelah adanya perdamaian dan saling memaafkan, namun sekolah wajib memberikan sanksi terhadap siswa sesuai dengan kadar kesalahannya.

Disiplin positif bisa dilakukan, misalnya dengan memberikan skorsing bagi siswa ybs selama 2 minggu.

Dan selama 2 minggu tersebut, siswa yang bersangkutan diwajibkan untuk melakukan assesmen psikologis didampingi orangtua siswa ke P2TP2A setempat.

Jika dalam assessmen dibutuhkan terapi psikologis untuk meredakan sikap agresifnya maka siswa dan orangtua wajib menjalaninya hingga tuntas.

3. Kasus-kasus kekerasan yang dilakukan siswa, baik terhadap sesama siswa maupun orang dewasa lainnya, biasanya sangat dipengaruhi oleh pola asuh di lingkungan keluarga.

Ayah-ibu adalah model utama bagi anak-anak untuk meniru.

Jika pola asuh positif yang diterapkan maka besar kemungkinan anak menjadi pribadi yang matang, penuh kasih sayang, dan mandiri.

Kehangatan keluarga juga sangat mempengaruhi perilaku anak di sekolah dan di masyarakat.

Oleh karena itu, para orangtua siswa di SMP ini wajib diberikan kelas parenting untuk memberikan pengetahuan bagaimana mendidik dan menerapkan pola asuh positif dalam keluarga.

4. Terkait kegagapan guru dan sekolah dalam mencegah dan menangani kekerasan di sekolah, pemerintah daerah (Dinas Pendidikan) dan pemerintah pusat (Kemdikbud) wajib menyelenggarakan pelatihan-pelatihan guru dalam “manajemen pengelolaan kelas yang baik”.

Para guru harus dibekali bagaimana menghadapi situasi sulit saat berhadapan dengan siswa yang memiliki kecenderungan “agresif”.

5. Program penguatan pendidikan karakter di sekolah dalam prakteknya belum membumi, masih diawang-awang bagi banyak guru dan kepala sekolah, sehingga banyak sekolah yang belum paham bagaimana mengimplementasikannnya.

Sementara itu, karakter seorang anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dalam keluarga sebagai penanaman karakter pertama dan utama.

Namun, sebagaimana dinyatakan Ki Hajar Dewantara, Tri pusat pendidikan, pendidikan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Jadi sangat tidak adil kalau kasus-kasus semacam ini selalu menjadikan sekolah sebagai kambing hitam karakter siswa yang dianggap buruk.

(Tribunnews.com/Fitriana Andriyani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Video Siswa Aniaya Petugas Kebersihan Sekolah, Orangtua Malah Ikut Menghajar, http://www.tribunnews.com/section/2019/02/12/viral-video-siswa-aniaya-petugas-kebersihan-sekolah-orangtua-malah-ikut-menghajar?page=all&_ga=2.136498544.1143932665.1549934390-1464224525.1549934390

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved