Pilpres 2019

Slamet Ma'arif Dijadikan Tersangka, Tokoh Pendukung Prabowo Digerus Satu Per Satu

Giliran Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus Wakil Ketua BPN Slamet Ma'arif yang ditetapkan tersangka.

Slamet Ma'arif Dijadikan Tersangka, Tokoh Pendukung Prabowo Digerus Satu Per Satu
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif seusai diperiksa di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (7/2/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA -  Upaya melemahkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menjelang pilpres kembali terjadi dengan mengambil tokoh-tokoh di dalamnya. 

Setelah sebelumnya Ahmad Dhani yang ditetapkan tersangka, giliran Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus Wakil Ketua BPN Slamet Ma'arif yang ditetapkan tersangka.

Slamet Ma'arif menjadi tersangka atas dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal sebagaimana diatur dalam Pasal 521 atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Gangguan Teknis Bikin Pesawat Lion Air di Semarang Batal Terbang, Penumpang Diturunkan

Foto Bareng Veronica Tan, Pujian Dilontarkan Andy F Noya Pada Mantan Istri BTP

Jadwal Leg Pertama Liga Champions, Manchester United Vs PSG Live RCTI

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai saat ini ada upaya untuk menyingkirkan tokoh-tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang berpotensi mendulang suara bagi pasangam Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu ia ungkapkan saat dimintai tanggapan terkait penetapan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus Wakil Ketua BPN Slamet Ma'arif.

Slamet Ma'arif menjadi tersangka atas dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal sebagaimana diatur dalam Pasal 521 atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Selain Slamet Ma'arif, Muzani juga mencontohkan kasus yang dialami oleh juru kampenye nasional BPN Ahmad Dhani.

"Sekarang sudah mulai bahwa orang-orang yang berpotensi mendulang suara di lingkaran BPN mulai digerus satu per satu. Ada Ahmad Dhani. Sekarang Slamet Ma'arif. Mungkin nanti siapa dan seterusnya," ujar Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Muzani merasa saat ini telah terjadi ketidakadilan dalam ranah penegakan hukum atau berat sebelah. Pasalnya, kasus-kasus yang menjerat kubu Prabowo-Sandiaga ia nilai begitu cepat diproses oleh aparat penegak hukum.

Maung Bandung Pesta Gol di Piala Indonesia, Hasil Akhir Persib Bandung Vs Persiwa Wamena 7 - 0

Aura Kasih Gelar Syukuran Buah Hatinya dengan Eryck Amaral, Begini Jawabannya Soal Tanggapan Netizen

Sementara laporan-laporan yang dibuat oleh pendukung Prabowo-Sandiaga belum pernah ada yang diproses.

Ia mencontohkan mandeknya laporan terkait dugaan ancaman pembunuhan terhadap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

"Banyak sekali laporan kami, tapi sepertinya tak pernah dianggap cukup bukti. Tapi kami yang dilaporkan, cukup bukti. Bukan ketimpangan lagi, itu namanya berat sebelah," kata Muzani.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekjen Gerindra: Tokoh yang Mendulang Suara bagi Prabowo Digerus Satu Per Satu"

(Penulis : Kristian Erdianto)

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved