Pilpres 2019

Survey LSI : Prabowo Unggul di Kalangan Pelajar, Arsul : Wajar Pelajar Jiwa Oposisinya Kencang

Peneliti LSI, Adjie Alfaraby mengatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga unggul atas Jokowi-Ma'ruf di kantong suara pemilih pelajar.

Survey LSI : Prabowo Unggul di Kalangan Pelajar, Arsul : Wajar Pelajar Jiwa Oposisinya Kencang
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Anggota Komisi III DPR fraksi PPP, Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby mengatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga unggul atas Jokowi-Ma'ruf di kantong suara pemilih pelajar.

Hasil itu terlihat dari survei LSI yang yang dilakukan 18-25 Januari 2019 dengan melibatkan 1.200 responden.

"Dukungan Prabowo-Sandi pada kantong pemilih terpelajar mencapai 44,2 persen. Sementara dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf pada pemilih ini sebesar 37,7 persen," kata Adjie Alfaraby di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/2/2019).

Adjie menambahkan, meski Prabowo-Sandi unggul 10 persen terhadap Jokowi-Ma'ruf, masih terdapat 18,1 persen pemilih terpelajar yang belum menentukan pilihan.

Tanpa Meja dan Kursi, Puluhan Siswa Madrasah Aliyah di Kapuas Terpaksa Lesehan Saat Simulasi UNBK

Anji Bakal Hadir di Palangkaraya, Meriahkan Gelaran Milenial Road Safety Festival (MRSF)

Ekonomi Kalteng Tahun 2018 Tumbuh 5,64 Persen

"Pemilih terpelajar cukup penting karena kemampuan memengaruhi opini publik," kata Adjie.

Selain itu, ia mengatakan ada tiga faktor kenapa suara Prabowo unggul dari Jokowi di kantong suara terpelajar.

Memang pemilih terpelajar adalah pemilih yg umumnya lebih kritis terhadap kedua capres. Mereja lebih banyak membaca, mengevaluasi apa yang telah dikerjakan oleh kedua capres. Mereka umumnya lebih banyak melihat apa yan dikerjakan oleh kedua capres," ungkap Adjie.

Faktor lain, kata Adjie, yakni pemilih kaum terpelajar umumnya lebih banyak terinformasi oleh apa yang telah dicapai oleh pemerintaha Jokowi selama 5 tahun, sehingga mereka lebih mudah mengevaluasi.

"Kemudian, biasanya pemilih terpelajar juga lebih suka dengan isu-isu perubahan mereka lebih kritis dan lebih berjarak debgan kekuasaan," ungkapnya.

Survei ini dilakukan pada 18-25 Januari 2019 dengan 1.200 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling di 34 provinsi.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved